Hendak Dikonsumsi, 15 Kilo Daging Dugong Diamankan Tim Pengawas Perairan Flotim

Seekor Dugong yang terjaring pukat nelayan asal Delang, Desa Tiwatobi, Kecamatan Ile Mandiri, Flores Timur-NTT, Sabtu (19/10). Foto: BNN/Emnir.

IleMandiri/BaliNewsNetwork-Tim Terpadu Pengawas Perairan Flores Timur sebagaimana laporan Satuan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Satwas SDKP) Kabupaten Flores Timur, berhasil mengamankan daging Dugong (Ikan Duyung) seberat 15 kg  yang hendak dikonsumsi keluarga Ba’adu Landa, nelayan asal Delang, Desa Tiwatobi, Kecamatan Ile Mandiri, Minggu 20 Oktober 2019. Setelah mengamankan, daging Dugong tersebut dibawa ke Kantor Satwas SDKP Flotim untuk dimusnahkan dengan cara dikuburkan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur, Ir.Erna Dasilva melalui Kepala Bidang Perijinan Usaha dan Pengawasan Sumber daya Perikanan, Apolinaris Y.L Demoor kepada balinewsnetwork.com melalui saluran WhatsApp pada Minggu 20 Oktober 2019 pukul 16.22 Wita menguraikan, daging Dugong yang diamankan tersebut adalah hasil jaringan pukat seorang nelayan asal Delang sewaktu menjalankan aktivitas pencarian ikannya dengan sarana gill net pada Sabtu,19 Oktober 2019 pukul 18.00 wita.

“Setelah menebarkan 20 pcs pukatnya pada pukul 18.00 Wita, nelayan tersebut lalu melakukan pengecekan pada pukul 24.00 wita. Selain ikan dasar yang terjaring, pada pukatnya itu terjaring pula seekor Dugong. Akibat lilitan pukatnya tersebut, Dugong tersebut didapati telah mati. Semua hasil tangkapan itu pun lalu di bawa ke darat.Ketika mendapat laporan dari Pokmaswas setempat pada Minggu 20 Oktober 2019  pukul 07.00 Wita ,kami pun bergerak menuju ke rumah nelayan yang pukatnya menjaring Dugong tersebut. Tatkala Tim tiba, Dugong tersebut telah dipotong untuk dikonsumsi nantinya oleh keluarga nelayan tersebut. Tim Terpadu lalu memberikan sosialisasi tentang jenis biota laut yang dilindungi oleh undang-undang. Tim kemudian memberikan peringatan tegas kepada nelayan tersebut  dan lagi memperlihatkan daftar biota laut yang dilindungi yang terdapat di perairan Flores Timur untuk tidak ditangkap,tidak dipelihara,tidak dikonsumsi dan tidak diperjualbelikan,” jelas Dus Demoor.

Daging Dugong seberat kurang lebih 15 kg tersebut kemudian diamankan Tim Terpadu,dan selanjutnya dibawa ke Kantor Satwas SDKP Flores Timur untuk dimusnakan dengan cara dikuburkan. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment