Terdakwa Kasus Narkoba yang Sempat Kabur dari Polda Bali Dituntut 10 Tahun

Andrei Spiridonov yang sempat kabur dari Rutan Polda Bali dituntut 10 tahun penjara.Foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Andrei Spiridonov, terdakwa kasus narkoba asal Rusia yang sempat kabur dari sel tahanan Polda Bali, Kamis (17/10/2019) dituntut hukuman 10 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Dipa Umbara dalam surat tuntutannya yang dibacakan dimuka sidang pimpinan Hakim Dewa Budi Watsara menyatakan terdakwa pemilik Pospor bernomor 730667929 itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111 ayat (1) UU Narkotika.

“Terdakwa terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum, menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman,” sebut jaksa Kejati Bali itu.

Sebelum menjatuhkan tuntutan, jaksa terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan pemerintah yang sedang gencar-gencarnya melawan peredaran narkoba.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, mengakui terus terang perbuatannya serta menyesalinya. “Oleh karena itu memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun,” tegas jaksa.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang dari awal tidak mau didampingi pengacara itu menyatakan mengajukan pembelaan. “Menurut terdakwa, dia mau mengajukan pembelaan yang mulia,” ujar Wayan Ana, penerjemah terdakwa.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa ditangkap pada hari Selasa, 23 April 2019 sekitar pukul 10.15 Wita di halaman parkir belakang Kantor Pos Cabang Renon, Jalan Raya Puputan Renon, Denpasar.

Ditangkapnya terdakwa berawal saat dia memesan barang, yakni potongan batang tanaman yang berwarna ungu yang mengandung sediaan narkotik jenis N, N-Dimethyltryptamine (DMT). Terdakwa memesan melalui internet di website.

Lebih lanjut dijelaskan Jaksa Dipa Umbara, terdakwa membeli Mimosa Hostilis Hidden Valley sebanyak 200 gram seharga 37 Dollar Amerika. Juga, Banisteriopsis caapi 30x Yello Ecuador sebanyak 200 gram dengan harga 160 Dollar Amerika.

Terdakwa melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu kredit miliknya.

Kemudian barang yang dipesannya sampai di Kantor Pos Cabang Renon. Petugas Bea dan Cukai yang bertugas di sana melakukan pemeriksaan terhadap barang kiriman dari Belanda itu.

Kiriman itu adalah 1 kotak kardus bertuliskan From Kampshoff Cancultancy Nieuweweg 5b 2033 DK Harleem The Netherlands dengan karal nomor: RN42589099NL. Namun tidak tertera nama penerima. Hanya tertera alamat, di Jalan Pura Batu Pageh Bali.

“Petugas Bea dan Cukai curiga lalu berkoordinasi dengan petugas kepolisian tentang adanya dugaan barang kiriman mencurigakan yang ada di Kantor Pos Cabang Renon,” jelas Jaksa Dipa Umbara.

Kemudian terdakwa mengambil paket itu, saat itu juga petugas melakukan penangkapan dan pemeriksaan.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap paket itu terdapat 1 plastik tertempel tulisan Mimosa Hostilis Hidden Valley 200 gr berisi potongan batang tanaman berwarna ungu mengandung sediaan narkotik jenis N, N-Dimethyltryptamine (DMT) seberat 200 gram netto, terdakwa mengakui paket itu adalah miliknya.(pro

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment