Lomba Balita Sehat Jadi Wahana Sosialisasi Kesehatan Gizi dan Tumbuh Kembang Anak

Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Sri Armini saat menyerahkan hadiah bagi pemenang Lomba Balita Sehat Tahun 2019. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sebagai upaya untuk terus mensosialisasikan pola hidup sehat serta memastikan kesehatan gizi dan tumbuh kembang anak/balita, Pemkot Denpasar kembali menggelar Lomba Balita Sehat Tahun 2019.

Kegiatan yang dikemas dalam dua kategori ini digelar di Gedung Sewaka Dharma Kota Denpasar, Rabu, (16/10).

Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Sri Armini menjelaskan bahwa pelaksanaan Lomba Balita Sehat ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mewujudkan kesehatan masyarakat, termasuk Balita.

Dimana, delapan indikator penilaian yang telah ditetapkan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Balita Sehat.

Sri Armini mengatakan bahwa keluarga memiliki peranan penting dalam mendukung kesehatan balita. Karenanya dari pelaksanaan kegiatan ini tidak saja menjadi ajang untuk mencari juara, namun bagaimana mampu secara berkelanjutan untuk memberikan sosialisasi tentang Balita Sehat.

Dinas Kesehatan sendiri telah melakukan beragam upaya untuk mendukung kesehatan masyarakat, termasuk balita. Hal ini dilaksanakan dengan pelaksanaan Safari Kesehatan, Posyandu paripurna, Imunisasi, Damakesmas sera beragam inovasi lainya.

Beragam upaya ini memberikan dampak maksimal bagi kesehatan masyarakat di Kota Denpasar. seperti halnya mampu menakan angka gizi buruk, serta stunting di Kota Denpasar.

“Dari kegiatan ini kami berharap bagaimana perilaku hidup sehat dilaksanakan oleh masyarakat sehingga mampu menciptakan kesehata masyarakat termasuk didalamnya Balita Sehat baik dari segi Gizi maupun tumbuh kembang anak,” jelas Sri Armini.

Sementara, Ketua Panitia, Luh Putu Kertiasih menjelaskan, adapun Lomba Balita Sehat Tahun 2019 ini diikuti oleh 24 peserta yang dibagi atas dua kategori yakni Kategori Usia Enam 6–24 Bulan dan Kategori Usia 2–5 Tahun yang merupakan pemenang Lomba Balita sehat dari masing-masing kecamatan.

Adapun yang menjadi kriteria penilaian yakni Kesehatan Pisikologi, Kesehatan Mata, Kesehatan Giri, Kesehatan Gizi, Bina Keluarga Balita dan Kebersihan, Bina Keluarga Balita, Peran Serta Keluarga di Masyarakat serta Latar Belakang Pekerjaan dan Pendidikan. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment