Kesal Difoto, Terdakwa Pembobol ATM  Acungkan Jari Tengah ke Arah Wartawan

Salah satu terdakwa kasus skimming ancungkan jari tengah kearah wartawan.Foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Dua bule asal Rumania terdakwa kasus pembobolan dana nasabah bank (skimming), Florin Criatia Apetrei alias Florin alias Christian (24) dan Sarghi Renato alias Renato, Kamis (17/10/2019) diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar untuk diadili.

Sidang yang dipimpin Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi itu masih merupakan sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Dipa Umbara.

Yang menarik, usai sidang saat terdakwa digiring keluar dari ruang sidang oleh petugas, salah satu terdakwa yang merasa kesal karena difoto oleh wartawan sempat mengacungkan jari tengahnya ke arah para wartawan.

Sementara itu dalam dakwaan jaksa yang dibacakan dimuka sidang terungkap, kasus yang membelit kedua terdakwa ini terjadi pada tanggal 20 Juli 2019 sekira pukul 23.30 WITA di ATM BRI Unit Tohpati, Denpasar Timur.

Terdakwa diduga melakukan tindak pidana melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun.

Perbuatan kedua terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (1) Jo Pasal 30 ayat (1) UU No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik sebagaimana telah diubah oleh UU No. 19 tahun 2016 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam dakwaan terungkap, sebelum melakukan aksinya, terdakwa Christian pada tanggal 9 Januari serta Maret 2019 membeli kartu yang berisi magnetic strip secara online sebanyak 659 lembar dari Suluh Raharjo seharga Rp. 4,5 juta.

Kartu itu lalu diserahkan kepada Nicolas (DPO) dan diberi nomor PIN sebanyak 4 angka yang ditulis dibelakang masing-masing kartu. Setelah itu kartu yang sudah ada PIN diserahkan kembali kepada terdakwa Christian dan Renato.

“Setelah itu kedua terdakwa pergi ke ATM BRI Unit Tohpati dengan maksud melakukan penarikan uang,” ungkap jaksa dalam dakwaan. Setelah sampai di ATM, terdakwa Christian masuk kedalam sementara terdakwa Renato tetap berada diluar untuk mengawasi.

Sampai didalam ATM, terdakwa Christian berhasil melakukan dua kali transaksi dan menggasak uang sebanyak Rp 5 juta. Sementara taransaksi ketiga gagal karena kartu tertelan dalam mesin ATM.

Usai keluar dari ATM, karena gerak gerik kedua terdakwa mencurigakan, petugas polisi yang sudah melakukan pengawasan langsung mendekati kedua terdakwa. “Saat didekati petugas, terdakwa Renato sempat kabur,”terang jaksa.

Dari tangan kedua terdakwa polisi berhasil mengamankan 44 kartu mirip ATM dengan warna dan tulisan yang berbeda.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment