Langgar Hak Cipta, Dua Warga Asing Hanya Dituntut 2 Bulan

Mala Talwar dan Alexandre Xiavier Miel, dua warga asing diganjar hukuman 2 bulan penjara.Foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Dua warga negara asing bersama Mala Talwar (51) dan Alexandre Xiavier Miel (47) asal Perancis, yang terjerat kasus pelanggaran hak cipta, dalam sidang, Senin (7/9/2019) di PN Denpasar hanya dituntut 2 bulan penjara.

Dihadapkan majelis hakim pimpin Subandi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Nyoman Agus Pradyana dalam amar tuntutannya menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (2) UU No.20 tahun 2016 tentang merk dan indikasi Geografis Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menyatakan para terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana memproduksi atau membuat sebuah merk yang telah menjadi hak cipta milik orang lain. Oleh karena itu memohon kepada majelis hakim untuk menghukum para terdakwa dengan pidana penjara selama 2 bulan,” sebut jaksa Kejari Badung itu.

Atas tuntutan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya sepakat untuk mengajukan pembelaan pada sidang pekan depan. Dalam surat tuntutan, jaksa juga membeberkan sejumlah fakta yang terungkap dalam persidangan.

Diantaranya, kasus yang menyeret kasus ini berawal dari saksi Peter Scida warga Perancis membeli sebuah celana pendek seharga Rp 600 ribu merk Balilab dengan logo hurb B terbalik.

Barang tersebut dibelinya di toko Balilab milik saksi Badrus Shaleh yang beralamat di Jalan  Pantai Berawa, Tibubeneng Kuta Utara pada Sabtu sore, 6 April 2019.

Selanjutnya saksi yang curiga merk tersebut palsu, melaporkan kepada pihak CV.Balilab. Atas laporan itu,  saksi Hendri Anthony selaku direktur dari perusahaan pemilik hak cipta dari Balilab tidak terima dan melaporkan temuan itu ke polisi.

Korban tidak terima karena produk bermerk Balilab sudah didadaftarkan di Kementerian HAM RI tertanggal 18 Januari 2016 dengan nomor pengesahan IDM000628603.

Dari penelusuran polisi, toko tersebut mendapat semua busana merk Balilab dari PT. Madurana Bali Confection (MBC) di jalan Pengubugan Kerobokan, Kuta Utara.

Polisi pun akhirnya mengamankan Mala Talwar yang di PT. MBC menjabat sebagai Direktur Utama serta terdakwa Alexandre Xiavier Miel yang disebut sebut sebagai penanggungjawab.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment