Peletakan Batu Pertama Pasar Waiwadan, Apa Saja Kelengkapan Pasar Prototype Itu?

Bupati Flores Timur, Antoius Hubertus Gege Hadjon dalam acara seremonial Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pasar Prototype Type D Pasar Waiwadan,Adonara Barat, Senin (7/10). Foto :BNN/Emnir.

Adonara/BaliNewsNetwork-Pasar Rakyat Waiwadan,Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur pun kini mulai dipoles menjadi Pasar Rakyat Prototype Type D.Bangunan pasar permanen yang dikerjakan oleh PT Batu Besi itu akan berisikan Kios, Lapak Jualan, Ruangan Pengelola Pasar, Ruangan Frezer, Ruang Mushola, ATM, Rumah Potong Hewan, Rumah Sampah Sementara, serta tambahan sarana dan prasarana penunjang lainnya.

Seiring dengan peningkatan volume perdagangan di pasar Waiwadan tersebut, Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Flotim dengan memanfaatkan dana Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan RI TA 2019  merevitalisasi pasar rakyat tersebut dengan membangun gedung pasar  permanen yang dilengkapi dengan Kios, Lapak Jualan, Ruangan Pengelola Pasar, Ruangan Frezer, Ruang Mushola, ATM, Rumah Potong Hewan, Rumah Sampah Sementara, serta tambahan sarana dan prasarana penunjang lainnya.

Bupati Flores Timur, Anton Hadjon dalam sambutannya di acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pasar Prototype Type D Pasar Rakyat Waiwadan, Senin 7 Oktober 2019 mengajak masyarakat Waiwadan dan warga Adonara Barat umumnya, untuk senantiasa melakukan aktivitas pasar di pasar tersebut dengan rasa memiliki.

“Hari ini kita melakukan seremonial peletakan batu pertama pembangunan Pasar Prototype Type D  Pasar Rakyat Waiwadan. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan RI ,atas koordinasi dan komunikasi  yang dibangun Pemkab Flotim telah mengucurkan dana TP di Tahun Anggaran 2019 untuk membantu kita di sini, membangun pasar kita dengan tampilan  yang lebih baik dan lebih modern. Mari kita dukung  bantuan Pemerintah Pusat ini  dengan menjaga, merawatnya,dan menggunakannya dengan rasa memiliki. Bila rampung nantinya , ikutilah undian dengan tertib. Jagalah kebersihan pasar ini, dan gunakanlah dengan penuh tanggungjawab serta rasa memiliki.” pinta Bupati Anton Hadjon yang terus menerus menggairahkan semangat berproduksi dari apa yang dimiliki warga untuk selanjutnya membawanya ke pasar dengan  menikmati sarana prasarana yang telah disiapkan pemerintah itu dengan penuh tanggungjawab.

Di awal kegiatan tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Flores Timur,Sipri Ritan dalam laporannya menguraikan salah satu aspek penting dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat adalah ketersediaan sarana dan prasarana publik yang medamadai. Salah satu di antaranya adalah ketersediaan sarana prasarana pasar dalam pendistribusian barang dan  jasa antara produsen dan konsumen .

“Saat ini Pemkab Flotim memiliki 14 pasar Daerah, salah satunya adalah Pasar Rakyat Waiwadan yang merupakan  pusat distribusi barang dan jasa antara masyarakat desa dan masyarakat kota di pulau Adonara. Pasar Waiawadan adalah salah satu pasar yang relatif ramai. Mengingat kondisinya yang sangat strategis sebagai salah satu jalur distribusi barang dan jasa, maka sejalan dengan salah satu program Nawa Cita Presiden RI yang dijabarkan  melalui pembangunan 5000 buah pasar rakyat dalam Rencana Strategis Kementerian Perdagangan RI  Tahun 2015-2019, maka melalui APBN Kementerian Perdagangan RI  TA 2019 lewat Dana Tugas Pembantuan dikucurkanlah dana TP sebesar Rp 4.000.000.000 bagi Flores Timur  untuk membangun atau merevitalisasi Pasar Rakyat Waiwadan ini.”jelas Sipri Ritan.

Adapun maksud dan tujuan  dilaksanakannya pembangunan tersebut adalah  menghadirkan  sarana prasarana yang baik dan pantas untuk melakukan aktivitas perdagangan barang dan jasa antar produsen dan konsumen  guna mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan msyarakat di sekitar Adonara Barat.

Paket pekerjaan bernilai kontrak Rp 3.722.850.000 tersebut, dikerjakan oleh PT. Batu Besi dengan masa kerja 90 hari kalender terhitung dari penandatangan kontrak (21 September 2019-20 Desember 2019). (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment