Dua Pelaku Pengeroyok Anggota Polisi di Queen Billiar Diadili

Putu Pariasa alias Peset dan Kadek Widhiantara alias Moce terdakwa kasus pengeroyokan anggota polisi di Queen Billiar.Foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Putu Pariasa alias Peset (35) dan Kadek Widhiantara alias Moce (32), Selasa (17/92019) diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar untuk diadili.

Keduanya diadili karena diduga melakukan pengeroyokan terhadap I Made Agus Darmayasa yang dalam perkara ini juga dijadikan terdakwa.

Made Agus Darmayasa dijadikan terdakwa karena antara dia dan Putu Pariasa alias Peset serta Kadek Widhiantara alias Moce saling lapor.

Merasa sama-sama merasa menjadi korban dalam kasus perkelahian yang yang terjadi di Queen Biliar di Jalan Gunung Andakasa, 16 Juni 2019 lalu itu.

Sidang yang dipimpin hakim I Wayan Kawisada itu masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mia Fida dan Peggy Ellen Bawengan.

Jaksa Mia Fida membacakan dakwaan untuk terdakwa Putu Pariasa alias Peset dan Kadek Widhiantara alias Moce. Sedangkan Jaksa Peggy membacakan dakwaan untuk terdakwa Made Agus Darmayasa.

Sebagaimana dalam dakwaan untuk terdakwa Putu Pariasa alias Peset dan Kadek Widhiantara alias Moce terungkap, kasus yang menyerat kedua terdakwa ini berawal saat korban Made Agus Darmayasa yang merupakan anggota polisi itu mengundang teman-temanya (termasuk kedua terdakwa) merayakan ulang tahun di Queen Billiar, 16 Juni 2019.

Saat acara berlangsung, sekira pukul 01.09 WITA terjadi percekcokan antara Putu Pariasa (terdakwa I) dan Kadek Widhiantara (terdakwa II) dengan dengan korban, Made Agus Darmayasa.

Saat itu terdakwa II bangun dari tempat duduk dan langsung memukul yang mengenai kepala korban. “Namun saat itu korban berhasil memegang tangan terdakwa II. Nah, saat itu terdakwa I datang memukul dengan menggunakan balok mengenai leher korban,” ujar jaksa dalam dakwaannya.

Melihat korban terjatuh, terdakwa I mendekat, memegang kerah baju korban dan memukul mulut korban hingga giginya terlepas. Korban yang terdesak mengambil sebuah botol minuman dan melempar ke arah terdakwa II tapi meleset.

Terdakwa I dengan membawa pecahan botol mendekati korban dan mengancam akan menusuk. Disaat bersamaan datang terdakwa II yang kembali menghajar korban hingga korban mengalami sejumlah luka ditubuh, wajah dan kepalanya.

Saksi korban, sempat berlari menyelamatkan diri ke kamar mandi, tapi tidak berhasil karena kedua terdakwa terus mengejar sambil menghujani dengan pukulan.

Sementara dalam dakwaan untuk terdakwa Made Agus Darmayasa terungkap, kasus ini berawal saat terdakwa menantang saksi Kadek Widhiantara alias Moce untuk duel. Awalnya terdakwa marah-marah karena salah satu karyawannya bernama Jensen tidak mau mengikuti perintahnya.

Saat itu, saksi Moce menawarkan untuk memanggil Jensen. Tapi malah menjawab terdakwa dengan tantangan. “Mi Aweke San duel ajak rage” yang artinya ” sini kamu saja yang duel sama saya”. Setelah itu terdakwa bangun dan mengambil botol minuman serta melempar ke arah Moce.

“Terdakwa lalu mengambil sebuah botol yang pecah dan menusukkan ke arah perut yang berhasil ditepis dan hanya mengenai tangan Moce hingga mengalami luka,” ujar jaksa Peggy dalam dakwaannya.

Akibat perbuatannya itu, terdakwa Made Agus Darmayasa dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) dan Pasal 351 ayat (1) KUHP. Sedangkan Putu Pariasa alias Peset serta Kadek Widhiantara alias Moce dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) dan 170 ayat (1) KUHP.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment