Batu Berbunyi di Pembukaan Festival Nusa Tadon-Kiwang Ona

Ema-Ema (barisan ibu)  Nusa Tadon-Adonara sedang meragakan Titi Jagung di acara Pembukaan Festival Nusa Tadon,di desa Kiwang Ona, Sabtu (14/9). Foto: BNN/Emnir.

Adonara/BaliNewsNetwork– Bunyi batu bersahutan teriring tebaran asap dan nyala api yang terhalang tembikar di areal Loba, Desa Kiwang Ona, Kecamatan Adonara Timur pada Sabtu 14 September 2019 pukul 14.45 wita. Centra pembukaan pelaksanaan Festival Nusa Tadon itu pun sontak riuh oleh dentuman batu yang saling bertabrakan. Ada apa gerangan ?

Sebanyak 116  perempuan berbusanakan sarung dan kebaya khas Adonara  duduk menghadap tungku yang di atasnya telah terletakan tembikar. Sambil menggerakkan sebatang kayu kecil (penggoreng) biji-biji jagung yang telah dimasukan ke tembikar itu, lalu mengaduk-aduk hingga matang. Dengan cekatan mereka menyorongkan tangan, mengambil beberapa biji dan meletakannya di atas lempengan batu yang ukurannya agak besar dan langsung diikuti ayunan batu kecil ke arah biji-biji jagung tadi. Gerakannya secepat kilat!

Terjadilah, jagung yang sebelumnya bulat itu menjadi lempengan pipih. Itulah proses meniti jagung ala ema-ema Nusa Tadon  yang terlakoni di arena Festival Nusa Tadon di Desa Kiwang Ona, Sabtu,14 September 2019.

Sebagaimana yang disaksikan BaliNewsnetwork.com, sebelum memulai aktivitas titi jagung tersebut, terdengar bunyi  Leto  beriringan dari setiap tenda yang beratapkan daun kelapa itu. Bunyi Leto itu oleh Subaida Barek salah satu anggota panitia Festival Nusa Tadon, merupakan tanda untuk memanggil orang yang dalam konteks kegiatan titi jagung massal ini adalah untuk memanggil anggota para peniti jagung.

“Leto menurut kebiasaan kami adalah tanda untuk memanggil orang datang berhimpun. Biasanya kami gunakan di kebun. Bunyi yang sifatnya mengundang. Nah, dalam konteks kegiatan titi jagung massal ini, ketika anggota mereka belum hadir atau belum genap, maka mereka membunyikan alat bernama Leto ini. Sementara hasil dari titi jagung mereka ini, akan di pamaerkan atau langsung dijual.” jelas Subaida Barek. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment