Selain untuk Kampanye, Uang Maspion Grup juga Digunakan Renovasi Rumah Sudikerta

Ketut Sudikerta saat digiring menuju ruang sidang di Pengadilan Negeri Denpasar. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, Kamis (12/9/2019) sudah menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan yang dilanjutkan dengan pembacaan eksepsi atau keberatan terdakwa atas dakwaan jaksa.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Artha Wijaya dan I Ketut Sujaya, rupanya tidak hanya mengurai kronologi kejadian yang mengakibatkan saksi korban, Alim Markus, bos Maspion Grup mengalami kerugian hingga Rp. 149 miliar.

Tapi dakwaan jaksa juga mengungkap kemana uang Rp. 149 miliar yang masuk ke rekening PT. Pecatu Bangun Gemilang (PBG) itu mengalir. Dalam dakwaan disebutkan, selain mengalir ke Anak Agung Ngurah dan I Wayan Wakil (keduanya terdakwa dalam berkas terpisah), ada pula beberapa nama yang ikut menerima uang dari Sudikerta.

Menariknya, dalam dakwaan tertulis, Hendri Kaunang yang disebut Sudikerta adalah orang suruhan Alim Markus juga menerima uang yang ditarik dari rekening milik PT. Pecatu Bangun Gemilang sebesar Rp. 10 miliar. Selain itu ada pula nama Wayan Santoso yang juga disebut Sudikerta sebagai pengacara dari pihak Maspion Grup menerima bagian sebesar Rp 2 miliar.

“Ada pula penarikan tunai sebesar Rp. 5 miliar yang diberikan kepada Tri Nugraha (mantan kepala BPN Badung, serta untuk biaya renovasi rumah terdakwa di jalan Drupadi sebesar Rp. 120 juta,” ungkap jaksa dalam dakwaannya yang dibacakan dihadapan majelis hakim PN Denpasar pimpinan Esthar Oktavi.

Dalam dakwaan disebut ada pula penarikan dana dari rekening milik PT. PBG yang jumlahnya bervariasi dan digunakan untuk kepentingan lain, seperti menyewa 10 buah mobil untuk kepentingan kampanye terdakwa Sudikerta sebesar Rp. 100 juta.

Atas aliran dana yang terungkap dalam dakwaan itu, Sudikerta menanggapi dengan enteng. Menurutnya uang yang sudah masuk ke rekening PT. PBG adalah milik PT. Sehingga mau dibawa kemana atau mau dikelola seperti apa itu adalah kewenangan PT. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment