Drumband Tradisional SDN Lamatou, Meriahkan Pembukaan Festival Lamaholot

Barisan warga didik SDN Lamatou dalam atraksi drumband tradisional mereka di Pembukaan Festival Lamaholot Flores Timur Tahun 2019,di Desa Bantala, Rabu, (11/9). Foto: BNN /Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Pemandangan menarik terlihat di acara pembukaan Festival Lamaholot Flores Timur Tahun 2019 di Desa Bantala,Kecamatan Lewolema, Rabu 11 Sepetember 2019. Di arena penjemputan, berjejer 104 pelajar SDN Lamatou dengan peralatan musik yang terbuat dari tempurung dan bambu. Terpandukan  kedua mayoret cilik, warga drumband asuhan guru Yuliana Hingi Koten dan Ety Kuminireng tersebut menggairahkan situasi penjemputan itu lewat irama yang tercipta dari tepukan tempurung dan bambu yang berpadu dalam dentuman gendang.

Tentang kreativitas mengadirkan  alat musik tempurung dan bambu ini, Yuliana Hingi Koten meriwayatkan, bermula dari dirinya melatih warga didiknya memainkan alat musik pianika dan acordion. Kekurangan kedua jenis alat musik pada sekolahnya itu lalu melahirkan ide untuk menghadirkan tempurung. Dirinya lalu mengarahkan seorang anak didiknya untuk membawa tempurung dan mencoba mengetuknnya. Ternyata bunyi yang dihasilkan dari tepukan tempurung tersebut mengasyikan. Demikianpun halnya ketika memasukan bambu dalam kombinasi tempurung dan pianika itu.

Untuk pertama kalinya drumband tradisional SDN Lamatou tampil dihadapan publik pada acara pembukaan Festival NubunTawa Tahun 2018. Selanjutnya tampil dalam acara HUT Agupena ke 12 Tingkat Kabupaten Flores Timur di gedung OMK dalam kombisasi pianika-acordion serta di anjang Pembukaan Festival Nubun Tawa Tahun 2019 ini. (Emnir/adv)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment