Berlanjut ke Nusa Tadon Adonara,Festival Lamaholot Flores Timur 2019 : Kebudayaan Rekatkan Perbedaan

Ratusan Pelajar Baipito membawakan tarian Sason di Pembukaan Festival Lamaholot Flores Timur  Tahun 2019, Bantala, Rabu (11/9) Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah menyelesaikan babak pertama rangkaian Festival Budaya Lamaholot Flores Timur Tahun 2019 di Kecamatan Lewolema. Tepatnya di Desa Bantala,Lewolema , selama dua hari berturut, 11-12 September 2019 ramuan kegiatan bernama Festival Nubun Tawa 2019 atau Festival Nubun Tawa II itu  telah menampilkan ragam kebudayaan dari paguyuban budaya Lewolema  dan ragam budaya dari wilayah luar Lewolema seperti dari Hewa (Wulanggitang) ,dan Ritaebang,(Solor Barat).

Festival Nubun Tawa II  yang teracik  bersama  platfom Indonesiana Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut melibatkan juga ratusan pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Semuanya terlibat aktif sesuai perannya. Ada barisan pelajar yang aktif di gerbang penjemputan, membawakan tarian dan atraksi drumband tradisional. Ratusan pelajar dari persekutuan Baipito membawakan tarian massal Sason. Serta beberapa barisan lainnya aktif di panggung utama dalam aksi teatrikal dan aneka pertunjukan seni budaya lainnya.

Lengkap berbusanakan pakaian daerah khas wilayahnya , warga cilik tersebut menikmati apa yang mereka bawakan. Kekuatan tular serta daya pikat pun teralirkan dari generasi tua kepada generasi penerus kebudayaan itu. Sebuah langkah maju telah dilahirkan Dinas Parbud Flotim bersama Indonesiana, membuat kekayaan kebudayaan itu terus hidup dan terwariskan, disamping usaha menggali potensi-potensi budaya yang masih terkubur oleh pergerakan waktu. Dari Nubun Tawa II, dari Lewolema Flores Timur, pesona budaya Indonesia ditambahkan.

James Modouw, M.MT Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat dan Daerah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam sambuatannya di acara pembukaan Festival Lamaholot Flores Timur Tahun 2019 itu mengawali sambutannya dengan mengajak semua pemilik kebudayaan di Tanah Lamaholot untuk bersyukur karena bisa terlibat dalam pesta rakyat yang terkemas  bernama Festival Lamaholot di Flores Timur  2019 itu. Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Kemendikbud RI.

Bagi James Modouw, Festival yang teramu bersama platfom Indonesiana tersebut mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat, suku agama dan juga pulau-pulau menjadi satu dalam satu cita-cita untuk membangun kebersamaan, membangun bangsa, serta membangun kemajuan di daerah Flores Timur ini.

“Saat ini berbagai kejadian sedang mempertontonkan kepada kita, betapa pentingnya persatuan dan kesatuan  yang perlu kita galang antar berbagai elemen tersebut. Dan kebudayaan adalah alat yang mampu mempersatukan perbedaan- perbedaan tersebut. Oleh sebabp itu, mari di dalam perayaan Festival Lamaholot ini,  kita betul-betul merajut perbedaan-perbedaan. Dengan Festival Lamaholot ini kita mempraktekan perbedaan itu dan  memajukan kebudayaan kita sehinggga berbagai ritus yang hidup dalam masyarakat  senantiasa kita perkuat, perkokoh ,dan kita majukan!  Di dalam ragam budaya itu penting sekali kita menghayati makna-makna dibalik semua ragam budaya yang kita festivalkan. Pasti ada ragam yang punya makna tentang nilai-nilai, tentang norma, tentang etika dan juga tentang estetika. Nilai-nilai membawa kita melihat bagaimana kita memandang sesuatu dalam sebuah perspektif. Norma-norma, membawa kita menilai apakah hal ini positip, baik atau  buruk ! Etika membawa kita menilai apakah ini pantas atau tidak ! Estetika menilai apakah ini indah dan tidak indah .” tandas James Modouw.

Festival  adalah puncak dari aktualiasasi kebudyaan itu sendiri. Melalu Festival Lamaholot Flores Timur ini dapat terajut gotong royong dan terajut pula ikatan-ikatan persaudaraan, kekeluargaan, dalam tradisi dan kehiduan seluruh warga Lamaholot Flores Timur. Dengan demikian budaya membawa makna sejati dalam kehidupan semuan insan Lamaholot yang adalah pemilik kebudayaan itu sendiri.

“Diharapkan melaui aktualisasi kebudayan ini  mampu memperkokoh jati diri , memperkokoh ketahanan jiwa , ketahanan mental kita di dalam ragam budaya ini. Melalui ragam budaya ini kita coba mengukir makna tentang kehalusan budi, kehalusan jiwa, dalam memahami semua arti dari ragam budaya ini.” pinta James.

Keanekaragaman budaya  Lewolema dengan kekuatan nilai yang terkandung didalamnnya telah terpentaskan di Nubun Tawa II. Spirit persatuan,dan gotong royong telah berpadu  satu  dalam aneka ritual, tarian, nyanyian, teatrikal, tenunan, souvevir dan makanan lokal khas Lamaholot tersajikan nikmat dan aktif dan menghantar mata untuk menyaksikan keragaman budaya dan pesona alam Nusa Tadon Adonara dalam kelanjutan Festival Lamaholot Flores Timur 2019 di Nusa Tadon itu pada 14-15 September 2019. Dari Lewolema ke Nusa Tadon Adonara, kita menikmati kekayaan kebudayaan Lamaholot  Flores Timur dan sumbangsinya untuk kebudayaan  Indonesia.(Emnir/adv)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment