Tilep Uang Pembayaran Jagung, Iwan Ditangkap

Iwan, pelaku penggelapan uang pembayaran jagung saat diamankan petugas dari Polres Bangli.Foto:BNN/ist

Bangli/BaliNewsNetwork-Aparat Kepolisian Bangli menangkap Iwan, pria asal Malang yang diduga menjadi pelaku penggelapan uang puluhan juta milik korban H.Taufik di wilayah Kintamani.

Saat ditangkap, Iwan mengaku, mengaku menggelapkan uang pembayaran jagung milik korban untuk bermain judi.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Senin (9/9/2019) mengatakan adanya penangkapan ini. Dia mengungkuap, kasus penggelapan berawal saat pelaku Sudarto menginap di rumah I Wayan Rumen di Desa Bayung Gede, Kintamani, pada 19 Agustus lalu.

Dimana malam itu, pelaku menelepon korban Haji Taufik dan menanyakan jagung, setelah sebelumnya sempat membeli barang, namun tidak dikirim oleh korban. Dalam komunikasi itu, korban mengatakan segera mengirim barang itu esok hari.

Selanjutnya 20 Agustus 2019 sekitar pukul 10.00 Wita, pelaku bersama Wayan Rumen menerima jagung pesanannya sebanyak 12.125 kilogram di jalan By-pass Ida Bagus Mantra. Jagung itu kemudian dibongkarpindahkan dari truk asal Lombok ke truk yang disewa pelaku.

Belasan ton jagung itu dibawa pelaku bersama Rumen ke Banjar Paket, Kintamani, untuk dijual. Namun, sekitar pukul 16.00 saat proses penurunan barang belum selesai, pelaku pulang ke Jawa.

Saat itu pelaku menyerahkan penjualan jagung tersebut sepenuhnya kepada Rumen.

Esokan harinya, Rumen mentransfer uang hasil penjualan jagung tersebut ke rekening pelaku sebesar Rp 40 juta. Dan tanggal 3 September ditransfer lagi Rp 500 ribu. Dengan total uang yang diterima pelaku Rp 40,5 juta.

Tapi uang hasil penjualan jagung yang ditransfer Rumen tidak dibayarkan ke Haji Taufik. Oleh pelaku uang itu digunakan untuk main judi dan memenuhi keperluan sehari-hari.

“Dari laporan, petugas kemudian mengamankan pelaku di Kintamani bersama sejumlah barang bukti, ” ujar Sulhadi.

Atas perbuatan tersebut, pelaku dijerat dengan paasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara selama lamanya 4 (empat) tahun penjara.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment