Dua Terdakwa Kasus Perdagangan Anak di Sanur Divonis 5 Tahun Penjara

Ni Komang Suciwati alias Mang Suci (49) dan Ni Wayan Aristiani alias Mami Wayan usai menjalani sidang di PN Denpasar.Foto:BNN/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Ni Komang Suciwati alias Mang Suci (49) dan Ni Wayan Aristiani alias Mami Wayan (51), dua terdakwa kasus perdagangan anak di bawah umur yang dijadikan PSK di Sanur oleh PN Denpasar, pada sidang, Senin (9/9/2019) divonis 5 tahun penjara.

Diketahui, vonis ini 2 tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ida Ayu Nyoman Surasmi. Hanya saja, majelis hakim PN Denpasar pimpinan Ni Made Purnami sepakat agar kedua terdakwa mengembalikan sejumlah uang yang jadi hak korban yang pekerjakan sebagai PSK (Pekerja Seks Komersil).

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana tertuang dalam Pasal 76 I jo Pasal 83 UU RI No.35/2014 tentang perubahan atas UU RI No.23/2002 tentang perlindungan anak.

Selain hukuman penjara, hakim juga mengganjar kedua terdakwa untuk membayar denda Rp75 juta.”Apabila denda tidak dibayar diganti dengan hukuman penjara selama 3 bulan,” tegas Hakim Ni Made Purnami.

Yang terakhir, hakim dalam putusannya juga memerintahkan agar kedua terdakwa membayar restitusi atau ganti rugi bagi 5 korban berupa uang sebesar Rp 144.192.000.

Dengan rincian, untuk korban PS (17) sebesar Rp31.579.000, AA (15) sebesar Rp 4.650.000, DH (18) sebesar Rp 37.645.000, NANP (15) sebesar Rp65.850.000, dan NW (16) sebesar Rp4.450.000.

Apabila kedua terdakwa tidak mampu membayar restitusi dalam waktu 14 hari setelah putusan yang telah memproleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk pembayaran restitusi.

Menanggapi putusan ini, para terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir. Begitu juga dari pihak team JPU dari Kejati Bali menanggapi putusan hakim di persidangan.

Sebagaimana diketahui, bergulirnya kasus ini berawal ketika Cindy Belvia Sari (belum ditangkap) yang pernah bekerja untuk Bu Komang Suci sebagai cewek Boking Out (BO). Cindy kemudian pulang ke Jakarta dengan alasan anaknya tidak ada pengasuh.

Beberapa lama kemudian, Cindy menghubungi beberapa korban untuk menjadi cewek BO di Bali dengan iming-iming dapat gaji sebesar Rp10 juta sebulan dan fasilitas lengkap.

Setelah menyakinkan para korban, Cindy kemudian menghubungi Bu Komang Suci untuk menyiapkan biaya tiket keberangkatan para korban ke Bali.

Para korban itu kemudian diberangkatkan secara bertahap tiba di Bandara Ngurah Rai, pada bulan Oktober 2018. Ada pun inisial para korban itu yakni NW alias Caca (16), AA alias Angel (15), DH alias Vina (18), PS Mira (17), dan NP alias Billa (15).

Sesampai di Bali anak-anak ini tinggal di tempat terdakwa (Bu Komang Suci) di Jalan Bet Ngandang II Gang Indah No.3 Desa Sanur Kangin, Kecamatan Denpasar Selatan, kota Denpasar.

“Setelah para korban di Bali, Bu Komang Suci kemudian menghubungi Mami Wayan untuk menitipkan para korban di Aqurium 3B. Mami Wayan pun menyetujui permitaan Bu Komang Suci dengan syarat tidak boleh ada cewek yang masih dibawah umur atau dibawah umur 18 tahun,” ungkap Jaksa dalam dakwaan.

Kemudian terdakwa berpesan kepada anak-anak korban apabila ditanya umurnya mengatakan 19 tahun dan mereka (korban PSK) di target mendapat tamu minimal 7 orang.

Singkat cerita, para korban sudah melanyani banyak laki-laki dan ternyata para korban tidak mendapatkan uang dan fasilitas sesuai janji Cindy Belvia Sari.

“Korban hanya mendapat Rp80 ribu per setiap melayani tamu laki-laki, tidak ada gaji atau upah yang dijanjikan. Untuk semalam korban melayani minimal 3 tamu,” sebut JPU.

Mirisnya lagi, para korban juga harus membayar uang pengganti tiket keberangkan dari jakarta ke Bali yang dibiayai Bu Komang Suci dan juga membayar tempat tinggal atau kos kepada Bu Komang Suci.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment