Diduga Sebagai Pelaku Skimming, 4 Warga Bulgaria Ditangkap

Empat warga Bulgaria yang diamankan tim krimsus Polda Bali.Foto:BNN/ist

Denpasar/BaliNewsNetwork- Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali dalam sebulan telah mengungkap kasus Cyber Crime berupa Illegal Akses alias Skimming.

Pengungkapan kasus tersebut diawali dengan kegiatan Cyber Patrol dan penyelidikan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing yang dicurigai sebagai pelaku kejehata siber, Senin (09/09/2019).

Dirkrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho, S.I.K., M.H. mengatakan Polda Bali berhasil mengungkap kasus illegal akses berkat adanya kerjasama dengan pihak Bank yang diback up oleh satgas CTOC Polda Bali.

Penyedilikan diawali dengan patrol bersama ke beberapa ATM di seputaran Denpasar dan sekitarnya. Dari hasil patrol terdapat beberapa aksesoris ATM Bank yang rusak.

“Pada tanggal 28 Agustus 2019 anggota subdit Siber bersama pihak bank melaksanakan patroli ke beberapa lokasi ATM dan menemukan beberapa aksesoris ATM yang rusak sehingga dilakukan pengecekan CCTV,”jar Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho, S.I.K., M.H.

Dari rekaman CCTV tetlihat ada orang berkewarganegaraan asing membongkar dan memasang alat pada lampu mesin ATM Bank. Setelah dilakukan pengecekan ditemukan adanya kamera tersembunyi (hidden camera) yang merupakan alat yang digunakan oleh pelaku skimming.

Berdasarkan temuan tersebut personil Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali bersama dengan pihak Bank melakukan pemantauan terhadap mesin ATM tersebut.

“Terpantau ada orang asing dengan ciri-ciri yang sama masuk ke dalam ruang ATM dan pada saat pelaku melakukan pemasangan alat di mesin ATM langsung dilakukan penangkapan,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pengembangan terdapat beberapa orang asing yang diduga melakukan illegal akses pada beberapa mesin ATM yang berada di wilayah Denpasar dan wilayah lainnya.

Setelah dilakukan pengecekan pada sistem Bank ditemukan transaksi di beberapa mesin ATM yang diduga dilakukan oleh orang asing dengan menggunakan kartu ATM yang bukan peruntukannya atau kartu lain yang menyerupai ATM.

Berdasarkan informasi tersebut selanjutnya personil Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali melakukan penyelidikan terhadap tempat tinggal WNA yang dicurigai diwilayah Sanur Denpasar Selatan. Setelah ditemukan tempat tinggal ketiga WNA tersebut langsung dilakukan penggeledahan.

Dari hasil penggeledahan ditemukan beberapa kartu serupa ATM yang setelah dilakukan pengecekan oleh pihak bank ternyata memuat data berupa nomor kartu yang berbeda atau tidak sesuai dengan data nomor kartu yang tertera di kartu.

Dari kasus ini polisi melakukan penangkapan terhadap beberapa pelaku. Diantaranya, Stoyanov Georgi Ivanov, Filip Aleksandrov, Boycho Angelov, dan Stoyan Vladimirov. .

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan dari pada pelaku berupa satu Hp merk Oppo, Passport milik pelaku, empat hidden kamera, satu buah router, 20 buah Kartu Debit/kredit palsu, 690 buah serta sejumlah uang baik uang asing.

Para pelaku dijerat Pasal 30 Jo Pasal 46 Undang-undang R.I. No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang R.I. No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara.(pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment