Inilah Riwayat Pembelian Brankas Desa Waiula

Aksi salah seorang pengunjuk rasa  (Warga Waiula ) pada Rabu, 4 September 2019 bertempat di halaman  Kantor desa Waiula. Foto: BNN/doc/Emnir.

Wulanggitang/BaliNewsNetwork-Kisah raibnya puluhan juta  uang milik desa Waiula, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur-NTT dari brankas yang tersimpan di ruangan kerja kepala desa  belum lama ini, sungguh mengejutkan warga di desa tersebut  Selain kaget dengan peristiwa itu, warga Waiula pun terkejut dan baru mengetahui kalau di desanya itu telah ada brankas!

Di forum mana ide pembelian brankas itu digulirkan ? Kapan pembelanjaannya serta berapa nilai brankas itu?

Kepala Seksi Pemerintahan desa Waiula, Stefanus Kleta ketika dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com, Selasa 3 September 2019 di Kantor Desa Waiula, mengakui dirinyalah yang  membelanjakan brankas berukuran sedang itu.

“Brankas itu memang saya yang beli di Maumere dengan harga Rp 7.000.000. Saya lupa hari, tanggal dan bulan saya membelanjakan barang itu karena sudah lama,sejak Tahun 2017. Namun  bisa dilihat di nota belanja ! Ide untuk beli brankas tersebut bermula dari usulan bendahara kami. Lalu atas kesepakatan bersama BPD, termuatlah rencana pembelian itu dalam APBDes desa Tahun 2017 dengan memanfaat dana ADD, bukan Dana Desa.K arena saya yang beli, maka saya diajarkan cara buka tutup brankas itu,agar ketika sampai disini, saya bisa ajarkan itu kepada bendahara. Pemilik toko sampai pusing karena  harus ajar saya. Dan setelah sudah mahir, saya pulang dan membawakan brankas itu ke kantor desa, keesokan harinya.”tutur Stef.

Brankas lalu diarahkan disimpan dalam ruangan kepala desa. Kasie Pem lalu mengajarkan kepada bendahara dan kepala desa cara membuka dan menutup brankas itu.Hampir sejam lebih, dia mengajarkan proses penggunaan brankas itu. Kunci selanjutnya dalam penguasaan bendahara. Dan pasca menyerahkan brankas dan dua buah kunci tersebut,d irinya sudah tidak lagi berurusan dengan brankas tersebut.

Ketika dirinya diinformasikan kepala dusun Tabana tentang kehilangan uang  dari brankas tersebut, Stef Klate sebagaimana yang diutarakannya, tidak mempercayai  informasi itu..Dirinya bahkan menduga kemungkinan telah terjadi kesalahan pembayaran upah HOK pada dusun 4,Tabana.

“Uang yang hilang itu adalah uang  efisiensi dan sebagian dana operasional BPD serta dana untuk pembelian meja biro.Kalau itu dana pencairan tahap 1,tidak mungkin pekerjaan fisik berjalan.Saya menduga itu hanyalah setingan belaka akibat kemungkinan telah terjadi kesalahan pembayaran pada HOK di dusun Tabana.Bagaimana mungkin hilang sedangkan ruangan penyimpanan sangat aman, dan brankas memiliki kunci serta kode rahasia yang hanya diketahui pihak yang menguasainya? “ ujarnya mengulangi kisah tatakala dirinya mendapat kabar tentang kehilangan uang dari brankas yang dibelanjakannya tersebut.

Walau sama sekali  meragukan kebenaran raibnya dana dari brankas itu, toh dirinya mengaku  sangat beban dengan perisitiwa yang dibenarkan langsung oleh bendahara desa Waiula dalam pertemuan internal di rumah Kades Basilius Naya Deornay,pada 14 Agustus 2019 malam. Beban dirinya itu lebih berkaitan pada aneka kecurigaan yang bakal menerpanya lantaran dirinyalah yang membeli brankas tersebut.

“Saya bilang kepada Kepala Desa dan semua perangkat, saya sungguh beban dengan peristiwa ini. Masyarakat pasti akan mencurigai saya, karena barang ini saya yang beli. Dan ternyata betul kekuatiran saya itu. Dimana-mana  bertebaran informasi bahwa saya memegang duplikat kunci brangkas lah, saya yang menjaga tas bendahara sewaktu dia pulang ke rumahnya dan masih banyak lagi tudingan yang dialamatkan ke saya. Saya bahkan bilang ke Kades kami, ijinkan beberapa staf desa untuk bersama saya ke toko tempat saya beli brankas itu  dan  mengecek apa benar ada yang datang mengurus duplikat kunci brankas itu ? Jujur,setelah menyerahkan brankas dan kuncinya kepada bendahara, hingga  saat ini saya tidak melihat apalagi menyentuh brankas itu. Dan saya tunggu hasil kerja pihak Polsek Wulanggitang. Bila sudah umumkan siapa tersangka atau pelakunya serta apa motifnya, saya akan tuntut mereka-mereka yang menyebarkan tudingan  terhadap saya  itu.!”tandas Kasie Pem desa Waiula itu tegas! (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment