Sri Muniarti : Gelekat Lewo Lamakera dan Flores Timur Adalah Ibadah

Sri Muniarti, S.Pd, istri Ketua Komisi VIII DPR RI, H.M.Ali Taher Parasong. Foto: BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Selalu Bale Nagi, demikianlah Ketua Komisi VIII DPR RI, Haji M. Ali Taher Parasong bersama istrinya Ny. Sri Muniarti senantiasa menyalurkan ketulusan cinta pengabdian mereka kepada Lewo tanah Flores Timur dan Lewo Lamakera khususnya. Dari Senayan, Jakarta, dan dari kediamannya di Tangeran, Banten, memory kehidupan Ali Taher di teompo doloe di kampung yang tak tertumbuhkan padi dan jagung itu, selalu menggerakan nurani Ketua Komisi VIII DPR RI bersama keluarganya untuk balik lewo, gelekat lewo Lamakera dan Flores Timur.

Walau menjadi anggota DPR RI dari daerah Pemilihan Banten, namun kisah kasih kehidupan ALi Taher Parasong dulu dan lekatnya cinta pada Lewotanah Lamakera dan Flores Timur membuat Ali Parasong bersama keluarga untuk senantiasi menghadirkan cinta pada kampung halamannya itu. Gelekat Lewo, bagi mereka adalah ibadah. Menolong ribu ratu adalah amal ibadah. Membangun peradaban adalah jawaban hati terhadap panggilan Allah SWT.

Tak pernah jenuh, bahkan sangat senang mendampingi suaminya, Ali Taher Parasong meninggalkan kehidupan kota untuk kembali ke lewo Flores Timur dan berbagi kasih dengan warga Lamakera dan sekitarnya, Sri Muniarti, demikian istri Ali Taher Parasong ketika dikonfirmasi BaliNewsnetwork.com di sela-sela kegiatan kunjungan Kerja Ketua Komisi VIII DPR RI bersama Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Pepen Nazarudin di Lamakera, Desa Watobuku, Kecamatan Solor Timur, Flores Timur-NTT, Rabu 4 September 2019 mengaku sangat menikmatinya.

“Selain saya adalah istri Bapak Ali Taher, saya adalah seorang pemerhati lingkungan. Saya sangat senang dengan keindahan alam di sini. Karena prestasi Bapak adalah karunia Allah SWT, maka saya pun tulus membantu, menolong sesama, tidak saja bagi warga Lamakera, namun  juga masyarakat  Indonesia di saat saya mengikuti tugas-tugas Bapak Ali Taher. Walaupun saya seorang PNS namun saya ada waktu untuk mendampingi Pak Ali Taher,” ungkap Sri Muniarti dengan penuh riang.

Mengamati, melihat dari dekat serta merasakan langsung kehidupan orang-orang di lokasi Kunker, menggerakan hati Sri Muniarti untuk menolong. Menjawabi panggilan Allah SWT akan karunia yang telah diberikan kepada suaminya Ali Taher dan keluarganya itu, tak pelak dari dompet pribadinya Sri Muniarti menyalurkan kualitas cintanya itu. Sebagaimana yang telah dilakukannya di Lamahala, Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Sri Muniarti dengan riang membiayai pembangunan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Lamahala, Adonara Timur. Memilih arsitek yang ok punya, demikianlah Sri Muniarti menggenapkan misi suaminya membangun peradaban lewat jalur pendidikan di Nagi Tanah Flotim.

Tak terbilang sudah amal kasih yang sudah dicurahkan istri Ali Taher Parasong tersebut bagi masyarakat di kampung halaman suaminya dan Flotim umumnnya. Mengedepankan prinsip mati tak bawa hartademikianlah Sri Muniarti yang menyatu dalam cinta Ali Taher tersebut bale serewi nagi, balik lewo geleka Lewotana Lamakera, dan Lewotanah Flores Timur sebagai ibadah mereka. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment