Korban Tenggelam Tabrakan Fantasi Ekspress Belum Ditemukan

Kapal SB Fantasi Ekspress ketika mengevakuasi penumpang di pelabuhan Terong, Adonara Timur usai mengalami musibah, Sabtu (31/8). Foto :BNN/doc.pol/Emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork– Sulaiman, seorang nelayan asal  desa Lohayong, Kecamatan Solor Timur, Flores Timur-NTT yang tenggelam dalam peristiwa tabrakan antara Kapal SB Fantasi Ekspress 88 dengan kapal Lampara yang dikemudikannya,Sabtu 31 Agustus 2019 ,pukul 13.25 wita di perairan Solor, belum berhasil ditemukan oleh regu pencari. Tim pencarian gabungan yang beranggotakan SatPolair, Polres Flotim  dan Polsek Adonara Timur dibantu beberapa  nelayan,  menghentikan pencarian pada pukul 18.00 wita akibat hari telah gelap. Pencarian akan dilanjutkan pada besok ! Bagaimana kisah laka laut di perairan Solor itu ?

Kapolres Flores Timur, AKBP Deny Abrahams yang dikonfirmasi terkait kejadian laka laut di perairan Solor tersebut menguraikan Kapal SB Fantasi Ekspress di Sabtu 31 Agustus 2019  meninggalkan pelabuhan Larantuka  pada pukul 13.00  wita menuju pelabuhan Waiwerang . Ketika melintasi perairan  Selat Solor sekitar dusun Watanpao, Desa Bloto pada hitungan waktu  pukul 13.25 wita, nahkoda  Kapal Fantasi Ekspress tersebut tidak mengetahui atau melihat sebuah kapal kayu  nelayan (lempara) yang datang dari arah kanan kapal itu dari arah Solor menuju Watanpao .Lempara tersebut menuju Watanpao hendak menjemput Mu’min Iskandar, nahkoda Kapal Motor Purnama Jaya (saksi II)

Pergerakan kapal nelayan itu terlihat oleh Agustinus Payong Boli dari tempat duduknya. Wakil Bupati Flores Timur tersebut  lalu menyampaikan kepada nahkoda Fantasi Ekspress “No,ada kapal di depan !” Seketika itu nahkoda kaget dan langsung menarik handel  memundurkan kapal, namun karena laju Fantasi Ekspress terlalu cepat sehingga sang kep tidak bisa mengendalikannya dan menbrak kapal kayu nelayan itu pada bagian tengah.

Akibat tabrakan tersebut, kapal nelayan itu pun tenggelam. Nelayan bernama Sulaiman pun tengggelam dan kini masih dalam pencarian. Kapal  Fantasi Ekspress bahkan sempat berlabuh di TKP selama 30 menit untuk mencari korban. Namun karena tidak ditemukan, Fantasi Ekspress lalu menuju pelabuhan Terong untuk mengevakuasi penumpang dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polsek Adonara Timur  dan pihak Shabandar. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment