Raibnya Dana Desa Waiula  Hanya Setingan ?

Gambar Ilustrasi. Foto: BNN/Ist.

Wulanggitang/BaliNewsNetwork-Walau peristiwa raibnya  sebagian dana desa di Desa Waiula, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur sangat mengejutkan Pemerintah Desa  dan  warga desa setempat, toh sebagian warga Desa Waiula menduga hilangnya Rp 32.000.000 sisa dana pencairan Tahap Pertama Dana Desa Tahun 2019 itu hanya setingan belaka.

Kepada balinewsnetwork.com by phone, Rabu  21 Agustus 2019 pukul 06.15 Wita, beberapa warga sambil meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan keanehan yang terjadi pada kisah raibnya dana yang konon katanya diperuntukkan untuk membayar upah kerja masyarakat tersebut. Dari kondisi brankas yang tidak rusak karena dirusakan, serta siklus pencairan uang dana desa tersebut, membuat informan tersebut tidak mempercayai kalau uang yang tersimpan dalam brankas itu hilang. Mereka menduga kenyataan tersebut hanyalah hasil skenario yang mungkin saja  dilakukan oleh oknum perangkat desa ataupun diseting secara bersama-sama.

“Karena kasus itu sudah dilaporkan ke Polsek Wulanggitang, maka kami menanti hasil kerja penyidik untuk mengungkap kasus ini. Namun sebagai warga desa, kami minta pihak Pemdes Waiula untuk jujur menjelaskan persoalan itu kepada masyarakat. Saya secara pribadi sih tidak yakin kalau uang itu raib dicuri atau diambil oleh orang luar. Dugaan saya,  kasus ini hanyalah setingan atau skenario  yang sengaja dimainkan untuk mengelabui masyarakat atas penyimpangan penggunaan dana yang mungkin saja sudah dilakukan,” ujar beberapa informan bergantian.

Kepala Desa Waiula, Basilius Naya Deornay yang dikonfirmasi melalui jalur Short Message Service (SMS), pada pukul 06.30 Wita tidak menanggapi konfirmasian tersebut. Beberapa kali melakukan panggilan ke nomor ponselnya pun Kades Waiula itu tidak menjawabnya. Yang terdengar hanyalah lantunan sepenggal lagu (NSP) yang bersyairkan “jauh di dalam lubuk hatiku, terukir indah… terukir indah  namamu..sayang, mengapa masih sajak kau ragukan diriku, ketulusan..”

Penelusuran BaliNewsNetwork.com,dana yang diperuntukkan untuk membayar upah kerja warga tersebut seharusnya terbayarkan pada bulan Juli 2019 silam. Namun di saat itu persediaan uang sudah habis terpakai untuk urusan lain. (Emnir)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment