Dari Lewo Lema ke Nusa Tadon, Membaca Kembali Kelamaholotan di Festival Lamaholot Flotim

Larantuka/BaliNewsNetwork-Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di daerah itu akan kembali menggelar Festival Budaya yang diberi nama Festival Lamaholot Flores 2019, Puin Ta’an Tou, Gahan Ta’an Kahan Ehan, Pain Ta’an To’u pada tanggal 11-15 September 2019. Festival Lamaholot Flores Timur 2019 merupakan gabungan dua Festival budaya yakni Festival Nubun Tawa  yang akan dilangsungkan di Kecamatan Lewolema pada tanggal 11 – 12  September 2019 serta  Festival Nusa Tadon  yang diselenggarakan pada tanggal 14-15 September 2019 di pulau Adonara tepatnya di desa Kiwangona, Inaburak dan Karin Lamalouk.

Selain menyelenggarakan festival budaya, dinas yang sedang di pimpin Apolonia Corebima tersebut juga akan melaksanakan sarasehan  kebudayaan  bertajuk Membaca Kembali Kelamaholotan pada tanggal 13 September 2019 di Kota Larantuka.

Persiapan menuju pelaksanaan ketiga kegiatan yang teramu dalam Festival Lamaholot Flores Timur 2019 itu pun kian matang. Mendukung kerja panitia, Bupati Anton pun mengajak semua pimpinan OPD untuk terlibat aktif  dalam pelaksanaan Festival Lamaholot Flores Timur tersebut.

“Saya baru selesai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh pimpinan OPD terkait pelaksanaan Festival Budaya Flores Timur yang kita namai Festival Lamaholot Flores Timur ini Tahun 2019 ini .Saya ajak semua pimpinan OPD untuk terlibat aktif baik di persiapan,hingga pelaksanaan nantinya. Sama-sama kita gotong royong untuk menggairahkan pertumbuhan pariwisata di daerah ini melalui pentas kekayaan kebudayaan yang  kita miliki. Untuk  tahun ini,pasca Festival Budaya Nubun Tawa Tahun 2018, kita mengikutsertakan juga pihak sekolah. Kita terus menggairahkan potensi pariwisata budaya kita melalui anjang festival sembari kita lakukan promosi. Bicara soal pertumbuhan pariwisata, kita harus memulai dan terus memulainnya. Tidak sekedar satu kali, namun harus terus menerus sembari memperbaiki kekurangan-kekurangan  yang ada. Terpenting dari itu semua adalah kekayaan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat di setiap wilayah, senantiasa terwarisi oleh generasi-generasi penerus. Saya minta kepada Ibu Kadis Parbud juga untuk bekerja sama dengan agen-agen pariwisata, baik yang ada di daerah ini mapun dari luar Flotim. Mari kita sukseskan pelaksanaan Festival Lamaholot Flores Timur ini, mari kita warisi kekayaan kebudayaan kita pada generasi penerus kita,” pinta Bupati Anton Hadjon.

Terkait anggaran, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flotim, Apolonia Corebima yang mendampingi Bupati Anton Hadjon dalam gelar konferensi pers terkait pelaksanaan Festival Lamaholot Flores Timur Tahun 2019 di ruang kerja Bupati Flotim, Rabu 21 Agustus 2019, mengaku lebih kecil  dari  Festival Budaya Nubun  Tawa 2018. Untuk pelaksanaan Festival Lamaholot, pihaknnya sebagaimana dalam DIPA Dinas Parbud Flotim TA 2019 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 350.000.000.

“Ada kemajuan berarti pasca pelaksanaan Festival Nubun tawa Tahun 2018. Selain pertumbuhan sanggar  di wilayah Lemolema dan sekitarnya, selain tumbuh kesadaran warga terutama dibarisan orang muda untuk mengindahkan obyek-obyek wisata di desannya, tumbuh pula kesadaran warga bersama Pemerintah Desanya  untuk menghidupkan potensi-potensi pariwisata, baik dari aspek budaya maupun alamnnya. Olehnya untuk Festival Lamaholot Flores Timur Tahun 2019, khusus Festival Budaya Nubun Tawa 2019, mendapat dukungan penuh dari semua Pemerintah Desa sekecamatan Lewolema. Karena Festival Nusa Tadon Adonara ini baru kita selenggarakan tahun ini maka sistem penggunaan anggarannya sebagaimana yang telah kita terapkan pada Festival Nubun Tawa 2018,” jelas Nia Corebima. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment