Per juli 2019, Baru Ada 1 Kasus Kematian Ibu di Flotim

Bupati Flores Timur,Anton Gege Hadjon sedang membacakan pidatonya di Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74 Tingkat Kabupaten Flores Timur , Sabtu (17/8). Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Keseriusan duet pemimpin daerah Flores Timur periode 2017-2022  yang tercurahkan pada peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di dua tahun masa memimpin Flores Timur ini sukses menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pada Tahun 2018, terdata hanya 9 kasus kematian ibu. Sedangkan pada posisi Juli 2019, baru ditemukan  Satu (1) kasus kematian ibu. Sementara itu  untuk kasus kematian bayi, pada Tahun 2018  terdata 134 kasus,dan data per Juli 2019 ditemukan 44 kasus kematian bayi.

Kenyataan itu terpaparkan oleh Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon dalam pidatonya pada upacara memperingati HUT Kemerdekaan RI  ke-74, Sabtu 17 Agustus 2019 yang diluaskan para Camat  se-Flores Timur, termasuk Camat Solor Barat, Adrianus Kopong Herin.

Penuruan terjadi juga pada kasus  gisi buruk. Berdasarkan bentangan data yang terbacakan Camat Ardi Herin, Bupati Anton Hadjon dalam paparan capain   program pada urusan bidang Kesehatan Masyarakat tersebut  menguraikan bahwa pada Tahun 2018  Pemkab Flotim melalui intansi teknis terkait menangani  119 kasus dengan status Tertangani Keseluruhannya. Sedangjkan  pada Tahun 2019 berdasarkan data per Juli 2019, sedang tertangani  93 kasus  gisi buruk.

Kenyataan yang sama terjadi pada penanganan penyakit TBC. Pada tahun 2018, gempuran kolaboratif pihak Dinkes dan jajarannya, menangani  sebanyak 217  penderita TBC dengan tingkatan keberhasilan  210 penderita sembuh. Lima (5) diantaranya meninggal dan 2  resistance. Sedangkan data per Juli 2019  sedang tertangani (pengobatan) 117  penderita TBC. Demikianpun halnya dengan permasalahan stunting. Dari penanganan 5.540 balita stunting  di Tahun 2018, berhasil membebaskan 840 balita dari status stunting dan menyisakan  4.700 balita stunting sebagaimana data per Mei 2019.

Sementara itu di urusan penanganan penyakit HIV/AIDS, Bupati Anton Hadjon melaporkan, pada Tahun 2018, tertangani 212 penderita. Jumlah kasus baru di Tahun 2019 sampai bulan Juli  sebanyak 21 kasus. Itu berarti jumlah penderita yang sedang minum obat sebanyak 233 orang.

Pemkab Flotim pun serius menangani Penyakit Tidak Menular yang pada posisi bulan Juli 2019 berjumlah 6.090 orang (penderita) serta serius menangani  218 Orang Dengan Gangguan Jiwa dari 350 jumlah  ODGJ  yang  terdata. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment