Dampak Gempur Stunting di Flotim, 840 Balita Bebas Stunting

Upacara Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 Tingkat Kecamatan Solor Barat, Sabtu (17/8). Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Upaya Gempur Stunting di Flores Timur pasca deklarasi Gempur Stunting, 16 Nopember 2018, Pemerintah Kabupaten Flores Timur  kini berhasil membebaskan 840 balita berstatus stunting. Dari data per bulan Mei 2019, jumlah balita stunting mengalami penurunan dari 5.540 di tahun 2018  menjadi 4.700 . Penurunan angka stunting mencapai 5,79 persen!

Salah satu keberhasilan di bidang Kesehatan tersebut terlantangkan Camat Solor Barat, Adrianus Kopong Herin ketika membacakan pidato Bupati Flores Timur pada Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 Tingkat Kecamatan Solor Barat yang dilangsungkan di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Ritaebang, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Berdasarkan Data Pemantauan Gisi (PHG) Dinas kesehatan Flotim per Agustus 2018 demikian Bupati Anton Hadjon terkait persoalan stunting sebagaimana yang dilantangkan Camat Ardi Herin, menggambarkan bahwa  dari  17.227 jumlah balita, terdata balita dengan status Sangat Pendek sebanyak 1.994 orang dan 3.559 orang balita dengan status Pendek. Sehingga total balita stunting di Flotim sebanyak 5.540 orang balita dengan prosentase 32,16 persen.

Kerja  keras menggempur stunting pasca pendeklarasian Flotim Gempur Stunting tersebut  membawa perubahan penurunan jumlah balita penderita stunting. Berdasarkan laporan bulanan per Mei 2019, jumlah balita stunting sebanyak 4.700 (26,37 persen ) dari  total 12.825 jumlah  balita. Jumlah balita dengan status Sangat Pendek sebanyak 1.168 orang balita.Sedangkan balita berstatus Pendek  sebanyak 3.532 orang .

“Dari data yang ada dapat disimpulkan bahwa dalam kurun waktu 9 bulan, Flotim telah berhasil membebaskan 840 balita dari status stunting atau sebesar 5,79 persen. Namun masih ada 4.700 orang balita stunting yang menjadi tanggung jawab kita bersama . Dari penanganan intervensi secara konvergensi sejak deklarasi Flotim Gempur stunting yang dilaksanakan pada tanggal 16 Nopember 2018 kemudian disusul dengan kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Flotim pada tanggal 16 Juli 2019 dengan mendorong program Gerobak Cinta merupakan gambaran nyata tentang kokohnya konstruksi komitmen antara pemerintah Daerah bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah ini  untuk memberantas stunting di bumi Flotim sekaligus menyelamatkan masa depan anak –anak Flotim.” ujar Bupati Anton Hadjon yang disuarakan Camat Ardi Herin.

Bagi duo Anton Hadjon-Agus Boli,persoalan stunting di Flotim merupakan masalah yang harus mendapat penanganan serius.Olehnya kedua pemimpin daerah tersebut mengajak semua unsur pemerintah dari lingkup OPD  hingga desa/kelurahan untuk mengindahkan Peraturan Bupati Flores Timur Nomor 27 Tahun 2019 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Desa.Keduanya pun berharap komitmen memerangi stunting di Flotim itu pun menjadi perhatian dari semua Lembaga, Badan , dan LSM. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment