Bupati Anton Hadjon: Untuk Flores Timur, NKRI Harga Mati

Tim Jelajah Nusantara Bersepeda dari Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Senin 19 Agustus 2019 di Larantuka dan tadi pagi dilepas secara resmi oleh Bupati FloTim Antonius Hubertus Gege Hadjo, ST menuju Maumere. Foto: BNN/IST.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Bupati Flores Timur (Flotim) Antonius H. Gege Hadjon, ST menegaskan untuk Flores Timur, NKRI harga mati. Pernyataan Bupati Anton Hadjon ini disampaikan di hadapan Tim Jelajah Nusantara Bersepeda dari Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Tim ini sejak kemarin, senin 19 Agustus 2019 tiba di Larantuka, Kabupaten Flores Timur.  Setelah diterima secara resmi dalam satu jamuan makan malam di rumah jabatan Bupati Flores Timur;  pagi tadi, Tim Kemenpora ini dilepas oleh Bupati Anton Hadjon pada upacara apel harian dilingkungan Setda  tepatnya di halaman depan Kantor Bupati, Selasa, 20 Agustus 2019, untuk melanjutkan perjalanannya menuju Maumere, Kabupaten Sikka dan finish di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Mereka ditugaskan oleh Kementerian untuk mengelilingi Indonesia. Dengan mengayu sepeda mereka mengikat dan merekatkan perbedaan di antara kita. Mereka mengunjungi kita juga untuk terus mengobarkan semangat persatuan di antara sesama anak bangsa bahwa NKRI adalah satu, yang mereka temukan dalam perjalanan mereka mengelilingi Nusantara. Tapi persinggahan di Larantuka juga akan mengikat kita dalam tujuan mereka.  Sehingga saya perlu sampaikan untuk Flores Timur, NKRI harga mati,” tegas Bupati Anton Hadjon.

Tim Jelajah Nusantara berjumlah 29 orang terdiri dari 14 orang official dari Kemenpora RI dan 15 orang  atlet sepeda. Semuanya dibawah Koordinator  Subur Frindiyadi, SE, Kepala Subbidang Pembinaan Olahraga Massal pada Bidang Pembinaan Olahraga Massal dan Kesehatan Olahraga, Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Rekreasi, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga

Bupati Flores Timur Anton Hadjon didampingi Sekda Flores Timur Paulus Igo Geroda, S.Sos, M.AP mengatakan Tim Jelajah Nusantara dengan bersepeda mereka mengelilingi Indonesia dengan menyinggahi beberapa kabupaten. Mulai dari Papua dan akan berakhir di NTT.  Kabupaten Flores Timur merupakan kabupaten yang juga disinggahi dan menjadi titik awal pergerakan dari Larantuka sampai Labuan Bajo, Kabupaten Mangarai Barat, Nusa tenggara Timur.

Disamping itu, kata Bupati Anton Hadjon, mereka juga mau mengabarkan generasi yang sehat untuk Indonesia. Karena itu mereka menggunakan olahraga besepeda agar bisa pindah dari satu tempat ke tempat lain.

”Pak Subur tolong sampaikan ke Pak Menpora, tahun 2021 Flores Timur sebagai tuan rumah El Tari Memorial Cup. Itu pertandingan bolasepak bola tingkat provinsi memperebutkan Piala El Tari yang sudah berlansung hampir 50 tahun. Kita butuh bangun lapangan sepak bola yang baik,  Karena itu perlu ada intervensi dari dana DAK  Kemenpora,” pesan Bupati Anton Hadjon.

Dengan bersepeda, menurutnya, banyak aktifitas yang dapat kita gunakan sehingga kondisi kesehatan juga akan menjadi lebih bagus, karena itu kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Flores Timur diminta untuk menentukan satu hari khusus agar semua ASN di lingkungan Dinas PPO menggunakan sepeda.

“Yang datang ini dari Kemenpora maka Dinas PPO tunjukkan lebih dahulu. Kami yang lain nanti lihat contoh yang dibuat oleh Dinas PPO,” ujarnya.

Bupati Anton Hadjon menyampaikan terima kasih kepada seluruh Tim Jelajah Nusantara dari Kemenpora yang sudah menjadikan Flores Timur sebagai tituk awal untuk perjalanan di wilayah Flores, sambil mendoakan agar Indonesia tetap satu.

Berikut nama peserta Tim Jelajah Nusantara Bersepeda.

Crew / Official dari Kemenpora RI: Subur Frindiyadi, SE, Agus Santoso (Kemenpora RI ); Adi ( Ka. Tim Pelaksana Lapangan ); Lutfi Rahmat Wibisono; Dimas Gita Ardiyanzah P; Chomarul Zaman; Imam Taufik A; M. Heryanto; Syahirul Azmi; Sandi Laido; Moh. Nur Rasyid; Arfan Affandi Rivai; Acep Danu Warsa; Mike Tyson Djamalu.

Atlet Sepeda: Dede Supriatna (Jawa Barat); Elisabeth Yarinap (Papua ); Fito Bakdo; Prilanji ( Kalimantan Barat ); Kamaruzzaman ( Kalimantan Barat ); Gus Ariyanto. (DI. Aceh ) / TNI AD; Qoriah Julilda Nur (NTB); Atikah Salsabilla SA (Sulawesi Selatan); Nina Puspawardhani (Jawa Tengah); Kurnia Dian Anggraeni (DKI. Jakarta ); R. Rendra Bayu Nugroho ( Jawa Timur );  Mustika Payung ( Polri); Syamsuddin Kille (Ambon ); Yuni Indah Lestari ( TNI AD ); Selsa Ayu Dilly ( Riau);dan  Gilang Aditya dar Lampung. (adv)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment