Rampas Pistol Polisi, Dua Pemuda Dituntut 1 Tahun dan 6 Bulan

Dimas Nanda Diarizky dan Dikky Defriatna usai mendengarkan tuntutan jaksa. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewaNetwork-Gede Dimas Nanda Diarizky (22) dan Dikky Defriatna (23) dua terdakwa yang merampas pistol dan melawan polisi yang sedang menjalankan tugas, Senin (19/8/2019) masing-masing dituntut hukuman penjara selama 1 tahun dan 6 bulan (1,5) tahun.

“Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk meghukum kedua terdakwa masing-masing dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan,” sebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Lanang Suyadnyana dalam tuntutanya.

Dalam amar tuntutanya yang dibacakan dihadapan majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Wayan Kawisada, jaksa menyatakan kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam dakwaan kesatu.

Yaitu melakukan tindak pidana melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu. Perbuatan kedua terdakwa ini melanggar Pasal 212 ayat (1) KUHP.

“Bagiamana terdakwa, apakah akan mengajukan pembelaan secara tertulis?,” tanya Hakim Kawisada yang dijawab dengan menggelengkan kepala. “Secara lisan saja ya, jadi intinya mohon keringanan hukuman,” tanya hakim yang dijawab iya oleh kedua terdakwa.

Diketahui, kasus yang menyeret kedua terdakwa ini berawal saat kedua terdakwa sedang menonton balapan liar, Jumat 12 April 2019 sekira pukul 03.00 Wita di Jalan Kerta Petasikan, Denpasar.

Saat itu datang dua anggota polisi dari Polsek Denpasar Barat bernama I Nyoman Alit Sudarsana dan I Kadek Rudi Artawan dengan mengendari mobil medekati kerumunan orang yang nonton balapan liar.

Dua anggota polisi itu langsung membubarkan balapan liar itu. Para terdakwa yang tidak terima, malah menggeber motornya. Melihat itu, dua polosi itu langsung mengejar para terdakwa.

Tapi, salah satu pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran polisi melepar mobil yang ditumpangi kedua saksi polisi. Kejar-kejaran antara polisi dan para pelaku tak terelakan.

Singkat cerita, kedua polisi ini behasil mendekati dan mengamankan kedua terdakwa. Tapi saat hendak diamankan, kedua terdakwa melawan bahkan kedua terdakwa sempat membantu Imanuel (DPO) merampas pistol milik saksi Nyoman Alit Sudarsana. Beruntung, setelah dilakukan negosiasi, pelaku Emanuel mau menyerahkan pistol tersebut. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment