Keweng, Mantan Tukang Cukur Ini Bisa Kuliah di Taiwan

Dari kiri: Keweng, Ririn, Icas, dan Ambo di depan kampusnya. Taipei University of Marine Technology. Foto: BNN/Ist.

Adonara/BaliNewsNetwork-Namanya Muhamad Fajar Ola Kewegen tapi akrab dipanggil Keweng. Tamatan SMAN Keluba Golit thn 2018 ini tak berniat melanjutkan kuliah karena memang tak punya biaya. Dia ingin merintis usahanya sebagai tukang cukur profesional dengan pasar anak muda, seperti dijalanani selama ini sambil sekolah SMAN Keluba Golit.

Awal Juli 2018 saya tiba di Larantuka untuk sosialiasi program STIKOM Bali, Kuliah Sambil Kerja di Taiwan. Saya mampir di rumah di Pepak. Saya memanggil Keweng, menawarkan dia ikut program ini, kuliah sambil kerja di Taiwan.

Awalnya dia ragu-ragu karena merasa tidak punya uang, apalagi untuk kuliah di luar negeri. Ayahnya, Daud Ola Duhan adalah sepupu kandung saya, hanya seorang petani dengan penghasilan tak tentu. Bahkan Daud juga malah sedikit banyak terbantu dari penghasilan anak keduanya ini,  Keweng, dari profesinya sebagai tukang cukur. Maklum, menurut pengakuan Keweng, sebulan dia bisa menghasilan uang Rp 1,5 juta bersih. Itu juga yang membuat Keweng merasa “kasihan” meninggalkan profesinya ini. Karenanya Daud menyerahkan sepenuhnya kepada saya.

Tapi setelah saya jelaskan bahwa program kuliah sambil kerja di Taiwan ini saya yang urus, termasuk soal pembiayaan bekerja sama dengan Pemkab Flotim sebagai salah satu wujud dari misi Selamatkan Orang Muda Flotim yang digulirkan oleh Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST dan Wakil Bupati Agustinus Payong Boli, SH., barulah Keweng mengerti.

Sejak saat itu Keweng selalu mengikuti apa kata saya. Bersama Matias Mapang Hala alias Tias, keduanya bolak-balik Pepak – Larantuka mengikuti semua proses tanpa pernah mengeluh sampai akhirnya berangkat ke Bali pada 9 September 2018. Bahkan selama di Bali, Keweng begitu juga Tias tak banyak bicara, tetapi sigap mengikuti instruksi dari LPK Drama untuk proses administrasi, pembuatan paspor, menjalani medical check up hingga pengajuan visa ke Taipei Economic and Trade Office (TETO) sampai keluar visa dan terbanglah bersama tujuh rekannya ke Taipei pada 11 Oktober 2018. Sementara Tias dan rekan lainnya menyusul sepekan kemudian.

Rombongan pertama anak muda Flotim sebanyak delapan orang itu diepas secara resmi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Flores Timur, mewakili Bupati Anton Hadjon,  pada 11 Oktober 2018 di Aula ITB STIKOM Bali dan dihadiri oleh pejabat struktural ITB STIKOM Bali, pengurus Yayasan Sakura Adonara dan pejabatLPK DARMA. Dua hari kemudian barulah Bupati Anton Hadjon datang di Bali menemui calon mahasiwa lainnya.

Pada 13 Oktober 2018, di status facebook-nya, terlihat Keweng dengan kesederhanaannya berpose di depan kampusnya, Taipei University of Marine Technology, yang juga lebih dikenal dengan sebutan Hayang University Taipei.  “Selamat anakku… tetap rendah hati,’’  demikian komentar saya di wall Keweng P-pagecka.

Di kampus ini, tercatat ada delapan mahasiswa Flores Timur sedang mengenyam pendidikan. Semuanya mengambil Program Studi Hospitality dengan konsentrasi Food and Bavarage Management. Mereka adalah Muhamad Fajar Ola Kewegen alias Keweng asal Desa Pepageka, Kecamatan Keluba Golit, Annisa Natalia Bura Goran Rahman alias Icas (Pepageka, Keluba Golit), Amalia Wulandari Ina Kolon alias Ririn (Pepageka, Keluba Golit), Ambrosius Pati Raya yang akrab dipanggil Ambo (Botung, Wotan Ulu Mado), Novianty Adriani Reinsini atau Novi (Larantuka), Stephania Marta Gonza Kleden atau akrab dipanggil Inggid (Larantuka), Maria Marta Buan (Larantuka), dan Maria Anjelina Botha Carvallo yang biasa dipanggil Jely (Larantuka).

Kedelapan anak muda Flores Timur ini adalah kloter pertama yang menginjakkan kaki di Taipei pada 11 Oktober 2018. Mereka terbang dari Bali pada pukul 23.15 Wita dengan transit di kuala Lumpur selama 3 jam lalu terbang dari kuliah lumpur pada pukul 08.00 Wita menuju Taipe. Acara pelepasan mereka digelar di Aula STIKOM Bali dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Flores Timur Emanuel Lamury dan pejabat ITB STIKOM Bali serta LPK Darma.

Acara pelepasan di Aula ITB STIKOM Bali. 11 Oktober 2018

Rombongan berikutnya sebanyak 16 orang menuju Chienkuo Technology University, Taiwan. Mereka adalah: Bernadeta Lusia Jeni Diaz (Larantuka), Gregorius Juliano Bugis (Larantuka) , Kornelia Kabelen (Watobaya, Adonara Barat), Lifitasari Wasis (Papilawe, Adonara Tengah), Munawir Luth (Watohari, Solor Timur), Kristianus Ola Tokan (Kolilanang, Adonara), Emanuel Ola Sanga (Kolilanang, Adonara), Agustinus Boli Laga (Kolilanang, Adonara), Kornelius Lebu Tupen (Tuwagoetobi, Witihama), Jefrianus Masan Soge (Tuwagoetobi, Witihama), Matias Mapan Hala (Pepageka, Keluba Golit), Andreas Ara Kian (Botung, Wotan Ulu Mado), Arnoldus Kelan Seran (Klibang, Adonara Barat), Kristoforus Y. Woka Leton (Lewo Hala, Ile Mandiri),  Leonardo Berchman Sabon Beda (Manga Aleng, Keluba Golit), dan satu-satunya dari Bali yakni Wahyu Hidayahtullah.

Untuk angkatan pertama ini total 23 anak muda Flores Timur sedang kuliah di Taiwan. Yakni delapan orang di Taipei University of Marine Technology dan 15 orang di Chienkuo Tecnology University. (rahman sabon nama/adv)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment