Bupati Anton Hadjon: Flores Timur Sedang Bangun Semangat Gempur Stunting

Gubernur NTT Viktor Laiskodat menggelar rapat kerja bersama Pemkab Flotim di Larantuka, Senin (12/08/2019). Foto: BNN/IST

Larantuka/BaliNewsNetwork.Com-Di Flores Timur sedang membangun semangat untuk gempur stunting (manusia kerdil sebagai akibat kurang gizi sejak dalam kandungan-red). “Semangat yang ada dalam diri Pak Gubernur, semangat itu juga kami teruskan ke bawah.
Sehingga di bulan Nopember 2018, kami telah laksanakan deklarasi gempur stunting,”  katakan Bupati Flores Timur, Antonius H. Gege Hadjon, ST saat memaparkan perkembangan penanganan stunting di Flores Timur, di hadapan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, pada acara rapat kerja di gedung Multi Ivent Hall, Kelurahan Sarotari, Senin, 12 Agustus 2019.

Stunting sangat penting untuk kita cegat bagi masa depan anak-anak Flores Timur. Sehingga dengan deklarasi gempur stunting, saya mulai gerakan semua pihak untuk sama-sama melihat ini sebagai masalah bersama,” ujarnya.

Disebutkan, pada 12 Juli 2019, Pemkab Flores Timur telah melaunching gempur stunting dengan “gerobak cinta”, yang mengutamakan makanan tambahan berbahan lokal berupa “solor” yakni sorgum dan kelor. Anak dibawah umur 2 tahun yang pada saat ini berkasus stunting, kata Bupati Anton, Pemkab Flotim terus melakukan intervensi dengan memberi makan tiga kali sehari selama tiga bulan.

“Saya juga sudah wajibkan semua Kepala Desa untuk mulai menganggarkan melalui dana desa, usaha-usaha untuk menghadirkan seorang manusia Flores Timur yang sehat, sehingga dalam bursa inovasi desa yang telah dilaksanakan dari kecamatan ke kecamatan, kita terus membangun semangat ini bersama para Kepala Desa,” ujarnya.

Pada kunjungan Dirjen Gizi Kementerian Kesehatan RI belum lama ini, Bupati Anton Hadjon juga telah mengutarakan niatnya untuk menghadirkan produk lokal berupa biskuit dari sorgum yang diolah dengan campuran telur.

“Saya satu mobil sama beliau dan di mobil itu saya sampaikan pada beliau. Pa Dirjen jangan kasih kami lagi buskuit, kalau ada mentahnya kasih mentahnya supaya kami bisa mengelola apa yang ada di Flores Timur yang bergizi ini bagi masyarakat Flores Timur, jadi saya sengaja tolak biskuit dari Kementerian Kesehatan bapa Gub,” ceritra  Bupati Anton Hadjon membuat Gubernur Viktor Laiskodat terbahak-bahak.

Ke depan Bupati Anton Hadjon berharap di Flores Timur ada biskuit dari sorgum dengan campuran telur produk anak-anak muda Flores Timur seperti telur ayam dan telur puyuh. “Kalau kita berhasil di Flores Timur, saya berharap juga ke depan, Bapa Gub juga bisa pesan dari Flores Timur untuk kabupaten lain di NTT,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Viktor mengatakan terkait stunting, itu menjadi perhatian serius pemerintah. Stunting itu, 30% dari masalah kesehatan dan 70% dari masalah sosial.

“Saya juga setuju kalau biskuit-biskuit seperti itu ditolak, boleh! dan ganti, bagus! Tapi kita juga harus siap agar kita punya pangan lokal itu, harus menjadi kebanggaan. Itu harus kita siapkan,” kata   Gubernur Viktor.

Karena itu Gubernur NTT ini menginginkan agar ke depan pangan lokal harus dikemas secara baik untuk dipasarkan secara luar biasa, juga pada saat pegelaran festival.

“Kalau kita bisa makan biskuit, mereka juga bisa makan jagung titi milik kita. Saya tahu jagung titi dari Flores Timur disenangi di banyak tempat . Termasuk Menteri Kelautan dan Perikanan. Itu salah satu menteri yang di rumahnya sendiri, dia akan berikan (jagung titi-red) kepada tamu, kalau tamu itu datang,” katanya.

Gubernur Viktor juga mengapresiasi produk tenun ikat lokal menjadi pakaian wajib di lingkungan ASN bahkan hingga ketingkat pelajar SD, SLTP dan SMU menggunakan tenun ikat Flores Timur.

“Saya juga senang kalau tenun itu di Flores Timur orang sudah mulai pake. Itu menunjukkan saya setuju dan dalam kebanggaan cara pake. Kita tidak sedang melakukan anti terhadap produk lain, tapi kita sedang membangun identitas – identitas kita sendiri,” tegas Gubernur Viktor. (adv)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment