Direktur Kerja Sama Internasional Hayang University Test Interview Calon Mahasiswa Flores Timur 

Foto bersama usai tes interview oleh Taipei University of Maine Technology di IKTL Waibalun, 18 Juli 2019. Foto: BNN/Rahman Sabon Nama.

Larantuka/BaliNewsNetwork.Com-Dalam tahun 2019 ini dua perguruan tinggi di Taiwan mengunjungi Flores Timur. Sebelumnya pada 10 – 13 Juni 2019, Wakil Rektor Wufeng University Mr. Jack Lee dan Dekan Fakultas Perhotelan Mr. Chao Wei Shun mengunjungi Flores Timur untuk presentasi kampusnya. Kini, pada 17 – 19 Juli 2019, giliran Direktur Kerja Sama Internasional pada Taipei University of Marine Technology atau lebih dikenal dengan Hayang University Taipei, Miss Jiun-Lan Hsu  dan stafnya Pei-Hsi Weng tiba di Larantuka.

Interview di Bali

Kedatangan pejabat dari Hayang University Taipei ini untuk melakukan test interview bagi 120 calon maahsiswa Flores Timur yang sudah menjalani proses pendaftaran hingga seleksi sejak Januari 2019. Sebelum ke Larantuka, pada 16 Juli 2019 malam Miss Jiun-Lan Hsu mengadakan test interview untuk 28 calon mahasiswa Flotim di Bali bertempat di ITB STIKOM Bali. Dari 28 calon ini, 26 orang adalah gelombang pertama yang belum mendapat visa masuk Taiwan plus 2 calon  yang baru mendaftar.

Miss Jiun-Lan Hsu mengenakan selendang

Sekedar mengingatkan saat ini delapan anak muda Flores Timur sedang mengenyam pendidikan di Hayang University Taipei  mengambil Program Studi Hospitality dengan konsentrasi Food and Bavarage Management. Mereka adalah Muhamad Fajar Ola Kewegen alias Keweng asal Desa Pepageka, Kecamatan Keluba Golit, Annisa Natalia Bura Goran Rahman alias Icas (Pepageka, Keluba Golit), Amalia Wulandari Ina Kolon alias Ririn (Pepageka, Keluba Golit), Ambrosius Pati Raya yang akrab dipanggil Ambo (Botung, Wotan Ulu Mado), Novianty Adriani Reinsini atau Novi (Larantuka), Stephania Marta Gonza Kleden atau akrab dipanggil Inggid (Larantuka), Maria Marta Buan (Larantuka), dan Maria Anjelina Botha Carvallo yang biasa dipanggil Jely (Larantuka).

Test interview di Larantuka

Sedangkan 15 orang lagi kuliah Chienkuo Technology University, Taiwan. Mereka adalah: Bernadeta Lusia Jeni Diaz (Larantuka), Gregorius Juliano Bugis (Larantuka) , Kornelia Kabelen (Watobaya, Adonara Barat), Lifitasari Wasis (Papilawe, Adonara Tengah), Munawir Luth (Watohari, Solor Timur), Kristianus Ola Tokan (Kolilanang, Adonara), Emanuel Ola Sanga (Kolilanang, Adonara), Agustinus Boli Laga (Kolilanang, Adonara), Kornelius Lebu Tupen (Tuwagoetobi, Witihama), Jefrianus Masan Soge (Tuwagoetobi, Witihama), Matias Mapan Hala (Pepageka, Keluba Golit), Andreas Ara Kian (Botung, Wotan Ulu Mado), Arnoldus Kelan Seran (Klibang, Adonara Barat), Kristoforus Y. Woka Leton (Lewo Hala, Ile Mandiri),  Leonardo Berchman Sabon Beda (Manga Aleng, Keluba Golit).

Orang tua Ririn dan Keweng (berjilbab)

Program Kuliah Sambil kerja di Taiwan ini adalah kerja sama antara ITB STIKOM Bali – LPK DARMA dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Itulah maka setelah gelombang kedua ini dibuka, calon pesertanya membludak hingga mencapai 120 orang.

Kedatangan Miss Jiun-Lan Hsu  ditemani putrinya Ming Shuan-Wang dan stafnya   Pei-Hsi Weng di kampus IKTL Waibali – tempat kegiatan test interview-disambut oleh para caon mahassiwa dengan sapaan selamat datang di Larantuka dalam Bahasa Mandari. Setelah itu rombongan tiga perempuan dari Hayang University ini mendapat kalungan selendang khas Flores Timur.

Bersama Suster Sisilia

Mendapat sambutan yang meriah, Miss Hsu mengatakan sangat terkesan. Begitu juga selama interview para calon mahasiswa ternyata sudah menyiapkan diri dengan baik.

“Bahasa Mandarin memang susah tapi anak-anak sudah mulai ada motivasi untuk belajar. Ini modal yang sangat baik saat mereka tiba di Taiwan nanti,” kata Miss Hsu usai interview, Kamis (18/07/2019).

Selama di IKTL Waibalun, Miss Hsu dan rombongan juga mendapat kunjungan dari para orangtua yang anaknya sedang kuliah di Taipei Unievrsity of Marine Technolgy. Seperti ayah dari Ambrosius Pati Raya, ibu dari Maria Anjelina Botha Carvallo atau akrab dipanggila Jeli Carvallo, ibu dari Muhamad Fajar Ola Kewegen, dan ibu dari Amalia Wulandari Ina Kolon.

Hadiah sarung dari ibu Ros Carvallo

Pada malam harinya, Miss Hsu bersama putrinya Ming Shuan-Wang dan stafnya   Pei-Hsi Weng berkesempatan mengunjungi rumah Jeli Carvallo sekaligus dijamu makan malam khas Flores Timur dengan menu ikan bakar, jagung titi dan sayur rumpu rampe.  Di sini, Miss Hsu juga mendapat kunjungan ayah dan adik dari Novianty Adriani Reinsini.

Menariknya di rumah Jeli Carvallo itu, Miss Hsu melihat semua kamar yang ada termasuk kamar tidur Jeli Carvallo yang kini oleh orangtuanya sudah dirubah jadi gudang sejak Jeli berangkat ke Taiwan. Setelah itu dia menyaksikan keluarga jeli Carvallo memeragakan cara membuat jagung titi.

Sebelum meminggalkan Larantuka, Jumat (19/07/2019), Miss Hsu dan rombongan bertemu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Flotim Emanuel Lamury bertempat di Hotel Asa Larantuka. Pertemuan khusus ini untuk membahas kesiapan Taipei Universitry of Marine Technology atau Hayang University Taipei menerima kedatangan gelombang kedua calon mahasiswa Flotim, yang direncanakan pada 15 September 2019.

Bersama Eman Lamury – paling kanan

“Dalam pertemuan ini disepakat pengiriman 80 calon mahasiswa untuk dua jurusan yakni, jurusan perhotelan 40 orang dan jurusan fashion desain 40 orang, dengan mengutamakan 24 calon yang masih ada di Bali. Sedangkan sisahnya akan masuk pada bulan Februari 2020,” kata Eman Lamury, Kadis Nakertrans Flotim. 

Disebutkan, pihak Taipei university of Marine Technlogy menyambut baik kerja sama yang sudah terbangun selama ini dan mereka dengan senang hati menerima calon mahassiwa dari Flores Timur.

“Yang terpenting mereka harus tetap semangat untuk belajar bahasa Mandarin sehingga memudahkan mereka saat pengajuan visa maupun saat tiba di Taiwan nanti,” pesan Miss Hsu melalui penerjemahnya Albert Agnetius Candra. (adv).

Editor: Rahman Sabon Nama.

  

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment