Di Mana Papan Nama Proyek Talud Pantai Ekasapta?

Proyek Pembangunan Talud Pengaman Pantai + Timbunan, Kelurahan Eksapta-Larantuka, Flores Timur – NTT sepih dari aktivitas pengerjaannya.  Senin, (15/07)  Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Pengerjaan proyek talud pengaman pantai plus timbunan di kelurahan Ekasapta, kecamatan Larantuka,Flores Timur- NTT, terkesan tertutup. Tidak ada papan nama proyek yang terlihat terpasang di seputaran lokasi pekerjaan itu. Warga disekitar lokasi proyek itu pun bingung dengan tampilan fisik proyek tersebut, apakah hasil akhirnya sebagaimana yang terlihat saat ini atau masih ada kelanjutannya?

“Kami sendiri bingung dengan pekerjaan proyek ini. Kami pikir memang sudah selesai. Mungkin proyek tersebut memang dirancang hasilnya seperti ini, entah karena dananya terbatas dan akan ada pekerjaan lanjutannya di tahun berikutnya. Kami tidak tau siapa kontraktor pelaksananya, siapa konsultan pengawasnya. Papan nama proyek pun tak terlihat! Kami hanya tau beberapa orang yang sering ke sini, entah apa status mereka. Kalau dibilang mereka adalah pelaksana pekerjaan ini, kami tambah bingung lagi karena latarbelakang mereka kami sangat kenal, sejak kapan mereka punya keahlian di urusan proyek itu?,” tutur beberapa warga yang berdekatan dengan lokasi pekerjaan itu.

Sebagaimana yang disaksikan balinewsnetwork.com pada Senin, 15 juli 2019, tidak terlihat aktivitas pekerjaan di lokasi kegiatan paket proyek milik dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Flotim Tahun Angaran 2018. Di bagian kiri (sebelum masuk lokasi) terlihat beberapa ikatan besi beton yang tergolek tak terurus. Persis dibagian depannya  terlihat 1 unit moleng yang diam, tak beraktivitas. Ada bekas timbunan yang belum berhasil memenuhi seluruh luas areal talud tersebut. Sedangkan pada pasangan taludnya, masih terlihat barisan besi yang belum sepenuhnya terlapisi semen.

Siapakah kontraktor Pelaksana Pekerjaan Itu ?

Paket pekerjaan yang bersumber dari APBD murni TA 2018 dengan nilai Rp3.200.000.000 itu ternyata diminati 26  rekanan dan dalam proses tender tersebut akhirnya PT Sumber Griya Permai yang beralamatkan Jl. 17 Agustus No.4 Kupang (kota) berhasil menyingkirkan rivalnya PT Bahtera Kaltim dengan nilai penawaran Rp3.195.000.000.

PT Bahtera Kaltim dalam penawarannya mematok angka Rp3.190.000.000 lebih rendah dari PT Sumber Griya Permai. Namun dalam tahapan evaluasi, PT Bahtera Kaltim gugur lantaran masa berlaku surat ijin Usaha Jasa kontruksi (SIUJK) dan SKA atas Nama Fatkul Ali Imron, ST, (Kepala Proyek) telah habis masa waktunya. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment