Tenteng Pedang di Jalan Raya, Nyoman Tinggal Divonis 5 Bulan

Terdakwa I Nyoman Tinggal yang divonis lima bulan penjara. Foto: BNN/ist.

Denpasar/BaliNewsNetwork-I Nyoman Tinggal yang membuat geger penghuni maupun pengguna Jalan Pulau Batanta karena mabuk dan menenteng pedang, Rabu (17/07/2017) divonis lima bulan penjara.

Dalam sidang, majelis hakim PN Denpasar pimpinan Ketut Kimiarsa dalam putusannya menyatakan sependapat dengan jaksa. Yaitu menyatakan terbukti bersalah melakukan tidak pidana membawa atau menyimpan senjata penusuk.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pasal 2 ayat (1) UU darurat No. 12 tahun 1951.”Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama lima bulan,” tegas Hakim Kimiarsa dalam amar putusannya yang dibacakan di muka sidang.

Putusan ini, sebulan lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Widianingsih yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama enam bulan. Atas putusan ini, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Dewa Ayu Dwiyanti langsung menerima.

“Kami menerima putusan ini yang mulia,” ujar pengacara terdakwa. Pun dengan jaksa juga menerima putusan ini. Diberitakan sebelumnya, dalam dakwaan diterangkap, kasus yang menjerat terdakwa ini terjadi pada tanggal 26 Maret 2019 lalu.

Saat itu, sekitar pukul 14.00 Wita, terdakwa yang diduga mabuk berdiri dipinggir Jalan Pulau Batanta dengan membawa sebilah pedang. Akibat ulah terdakwa, pengguna jalan yang kebetulan melintas merasa ketakutan.

“Tidak lama kemudian ada warga yang melaporkan terdakwa ke polisi sehingga terdakwa pun dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa,” sebut jaksa.

Kepada polisi terdakwa mengaku pedang itu adalah miliknya yang sengaja disimpan untuk menjaga diri. Tapi sayang, karena pedang milik terdakwa bukan digunakan untuk pertanian atau untuk melakukan pekerjaan yang sah, terdakwa pun harus diadili. (pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment