PARIWISATA FLOTIM JADI LEADING SECTOR EKONOMI MASYARAKAT

Wakil Bupati Flores Timur Agus Boli, SH saat membuka pelatihan pemandu wisata budaya di Aula Gelekat Nara, Larantuaka (17/07/2019). Foto: BNN/IST.

Adonara/BaliNewsNetwork.Com-Wakil Bupati Flores Timur Agus Boli, SH saat membuka pelatihan pemandu wisata budaya tahun 2019 (DAK NON FISIK) yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisita Kabupaten Flores Timur bertempat di Aula Gelekat Nara, Larantuka (17/07/2019) mengatakan, pariwisata merupakan salah satu dari tiga kebijakan strategis selain pendidikan dan kesehatan yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur periode ini dan dapat menjadi leading sector bagi terbukanya sektor ekonomi lain.

Hadir dalam kegiatan itu Kadis Pariwisata Apolonia Corebima, SE,M.Si para Pimpinan OPD Kabuapten Flores Timur, para camat, para Lurah dan kepala desa, ketua DPC HPI Kabupaten Sikka Dominggus Koro, Ketua DPC HPI Kabupaten Flotim Rafael Syukur, Ketua DPC HPRI Kabupaten Flotim Marcus S. Bethan, dan para peserta pelatihan  daratan Flotim, ,Adonara dan Solor.

Bagi Wabup Agus, pariwisata juga dapat menjadi leading sector bagi terbukanya sektor ekonomi lainnya Flores Timur karena model pariwisata yang diusung berbasis masyarakat. Artinya pariwisata dibuat atau dibangun dari, oleh dan untuk masyarakat. Dengan adanya ojek wisata di darat, di laut, budaya dan atraksi dan lainnya akan memicu orang untuk membangun sarana pendukung lainnya dan dari sana akan terbuka berbagai sektor ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Pariwisata Flores Timur adalah tentang peradaban dan budaya. Oleh Karena itu pemerintah sering mengadakan festival budaya sebagai bentuk promosi untuk membawa Flores Timur keluar dan dikenal mengingat pariwisata adalah salah satu dari tiga kebijakan strategis pemerintah Flores Timur periode ini,”  tutur Wabup Agus.

Sementara itu Silvester Kabalen dalam laporan panitia mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan pengembangan bagi pemandu dalam penelusuran budaya untuk memahami setiap unsur budaya dan pariwisata di desa, meningkatkan mutu SDM dan menjadi narasumber yang baik dan memberikan informasi yang akurat mengenai budaya, peluang bagi anak muda untuk kesempatan kerja dan peluang pendapatan bagi ekonomi masyarakat. (adv)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment