Dua Perampok Money Changer Asal Rusia Terancam 12 Tahun Penjara

Dua terdakwa perampok money changer asal Rusia saat menjalani persidangan perdana di PN Denpasar. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Dua terdakwa kasus perampokan money changer (tempat penukaran mata uang asing), di Jalan Pratama 36 XY, Kuta Selatan, Georgil Zhukov (40) dan Robert Haupt (41), Selasa (17/07/2019) mulai diadili di PN Denpasar. Sidang dipimpin Hakim Sri Wahyuni Ariningsih.

Agenda sidang masih pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Oka Ariani Adikarini dan Dewa Lanang Raharja. Sebagaimana dalam dakwaan, kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 365 ayat (1), ayat (2) ke-1 dan ke-2 KUHP.

Dalam dakwaan, kedua terdakwa didakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan alias perampokan dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.

Diterangkan pula, dalam kasus ini ada pelaku lain yang belum tertangkap. Kedua pelaku ini adalah Maxisim Bredikhin dan Vitali. Sedangkan satu pelaku lagi atas nama Aleksei Korotkik, meninggal saat dilakukan penangkapan.

Dijelaskan pula, kasus yang menjerat kedua terdakwa ini berawal saat kedua terdakwa bersama pelaku lainnya melakukan perampokan di money changer milik PT. Bali Maspintjinra AMC (BMC) di Jalan Pratama 36 XY, Kuta Selatan tanggal 19 Maret 2019 lalu.

Saat itu kedua terdakwa bersama pelaku lain sekitar pukul 00.15 WITA datang ke tempat kejadian dengan mengendarai sebuah mobil. Kedua terdakwa bersama Maxisim Bredikhin dan satu pelaku turun dari mobil dan langsung mengetuk pintu belakang money changer MBC.

Setelah pintu dibuka oleh saksi Muhammad Sandriani, saksi langsung dihajar oleh para terdakwa. “Para terdakwa lalu mengikat kaki dan tangan serta melakban mulut saksi. Kedua terdakwa bersama pelaku lainya juga menghajar saksi ABD. Haris Karim dan Gedi Kurniawan yang sedang tidur.

Setelah berhasil melumpuhkan para saksi, kedua terdakwa bersama palaku lainya mengambil uang di laci kasir serta membawa kabur sebuah brankas berisikan uang. Akibat perbuatan para terdakwa PT. BMC mengalami kerugian Rp1.006.873.350.

Selain itu, kedua terdakwa dan pelaku lainya juga membawa kabur dompet milik saksi Gedi Kurniawan yang berisikan uang Rp375.000. Akibat perbuatan terdakwa pula, saksi Muhammad Sandriadi, ABD Haris Karim dan Gedi Kurniawan mengalami luka-luka. (pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment