Dinas Parbud Flotim Geram dengan Sebaran Hoax

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur, Apolonia Corebima, SE, M.Si (Tengah). Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Geram dengan pewartaan beberapa warga net terhadap pengelolaan kegiatan dan anggaran pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Flores Timur di Tahun Anggaran 2018 dan 2019 yang jauh dari unsur kebenarannya, pihak Parbud Flotim lalu mendesak pemilik akun fb yang telah menyebarkan hoax itu untuk segera menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Daerah Flores Timur dan kepada Dinas Parbud Flotim!

Bertempat di ruang kerjanya, Rabu, 17 Juli 2019, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Apolonia Corebima yang didampingi Sekertaris Dinas, Rin Riberu dan Kepala Bidang Pengembangan Seni dan Budaya, Kornelia Koten, secara tegas menandaskan postingan beberapa warga net terkait pengambilalihan tupoksi OPD lain lewat kegiatan pembangunan sarana prasarana serta penggunaan anggaran  fasilitasi kegiatan festival  di Tahun 2018 tersebut adalah hoax dan menyesatkan!

“Pada Tahun Anggaran 2018, berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, teralokir anggaran fasilitasi kegiatan Festival di 2018 sebesar Rp 984.091.300. Total anggaran tersebut digunakann untuk memfasilitasi festival Nubun Tawa di kecamatan Lewolema, memfasilitasi keikutsertaan kontingen Flotim pada festival Lamaholot di Lembata, (Agustus), memfasilitasi keikutsertaan kontingen Seni Budaya Flotim pada festival Florata  di Maumere (Oktober), dan memfasilitasi fetival Nagi Tana (fashion show dan Pemilihan Oa Pariwasata Flotim) serta untuk membiayai kegiatan pembinaan sanggar seni dan rapat koordinasi Bidang  Seni Budaya Tahun 2018. Kami tegaskan bahwa kegiatan itu  sudah direncanakan dan dianggarkan dalam DPA dinas Parbud TA 2018 ! Bukan tanpa indikator, bukan malam kadisnya mimpi, baru besoknya buat kegiatan seperti postingan di fb yang lalu memunculkan aneka tanggapan miring itu. Semuanya direncanakan dan melewati tahap pembahasan APBD murni, selain anggaran fasilitasi Festival Nagi Tanah yang muncul di Perubahan APBD TA 2018.” jelas Nia Corebima.

Tentang  dana ATK yang terposting sebesar Rp 489.000.000, Nia Corebima sembari menggelengkan kepala pertanda tidak mengerti apa maksud si pemosting, menguraikan  total dana ATK  TA 2018 yang yang teralokir untuk membiayai festival budaya dan kegiatan –kegiatan rutin pada  Bidang Seni Budaya di  dinas Parbud sebagaimana yang termuat dalam DPA TA 2018 hanya Rp 489.000 (Empat Ratus Delapan Puluh Sembilan Ribu Rupiah ).

Sementara itu belanja bahan kelengkapan komputer seperti tinta dan catridge sebesar Rp 277.500. Sehingga total belanja bahan habis pakai untuk ATK,tinta dan catridge untuk kegiatan ini  adalah Rp 766.500. Tidak sampai Rp 1.000.000 !

“Berbeda dengan yang ditulis dalam postingan tersebut yang menyebutkan   nilai Rp 766.000.000. Ini hoax ! Ini data bodong. Bahkan dari total dana Rp 776.500 belanja bahan komputer :tinta dan catridge itu, termanfaatkan  Rp 744.000 dan menyisakan Rp 22.500. Nilai Rp 22.500 itu pun kami setor (kembalikan ) ke kas daerah karena tidak terserap. Kami tidak mengerti dokumen apa yang mereka pakai ? Karena dalam dokumen Laporan Pertanggungjawaban Kepala Daerah ke DPRD pun angkanya sama Rp 776.500. Jadi informasi yang disebarkan lewat medsos-facebook oleh si pemosting lalu memunculkan berbagai tanggapan miring itu sungguh merugikan Dinas Parbud dan Pemda Flotim. Olehnya harus dipertanggungjawabkan! Kami sangat terbuka menerima kritikan namun beretika-lah. Data yang disampaikan ke publik lewat medsos harus terlebih dahulu di klarifikasi dengan pihak kami.  Khusus untuk ATK,baik untuk urusan rutin dan bidang, dana-nya tidak sampai Rp 30.000.000 seiring dengan gerakan efisiensi yang begitu ketat oleh Kepala Daerah. Ketika tahapan asistensi anggaran, TPAD  pun melakukannya dengan sangat ketat. Dan nilai itu rata-rata sama untuk semua OPD . Kog tiba-tiba si pemosting menulis angka yang begitu besar ? Tidak masuk akal !”ujar Apolonia sambil tertawa.

Sedangkan terkait  penilaian miring bahwa dinas Parbud Flotim mengambil alih tupoksi OPD lain, Kadis Parbud tersebut dengan tegas membantahnya. Berita itu pun hoax dan menyesatkan !

Dinas Parbuf Flotim, demikian Nia Corebima dalam penjelasan lanjutannya mengatakan  pihaknya juga mengelolah DAK Fisik Bidang Pariwisata yang bersumber dari  Kementrian Pariwisata. Untuk DAK Fisik Bidang Pariwisata, hanya bisa dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota dan Propinsi.Tidak bisa oleh OPD lain.

“Menu DAK jelas ! Tidak mungkin kami keluar dari Menu DAK dan juknisnya. Kami memang melaksanakan beberapa kegiatan pembangunan infrastruktur pendukung obyek wisata. DAK Bidang Pariwisata mengisyaratkan  untuk itu ! Bila ada obyek  wisata yang menarik maka  DAK Fisik dimanfaatkan untuk membangun sarana prasarana pendukung seperti  pedistrian (jalan setapak ), bangun gedung  untuk  kuliner, untuk sovernir, listrik, dan lain-lain sarana pendukung pada sebuah obyek wisata tersebut. Jadi tidak benar kalau kami mencaplok tupoksi intansi teknis lainnya. Kami melaksanakan sesuai Menu dan juknis DAK! Dan untuk DAK Fisik Bidang Pariwisata, hanya Dinas Pariwisata-lah yang mengerjakannya itu, tidak bisa oleh OPD yang lain.” jelas Nia Corebima dengan terus menerus mengungkapkan ketidakmengertian dirinya terhadap pihak-pihak yang menyebarkan hoax terhadap pengelolaan kegiatan dan anggaran pada OPD yang sedang dipimpinnya itu. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment