Sekda Flotim Laporkan  Pencemaran Nama Baik , Lamanepa Frank : Itu Hak Sekda

Kasat Reskrim Polres Flores Timur, AKP Joni Sihombing. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Tulisan pemilik akun facebook , Lamanepa Frank tertanggal 21 Mei 2019  yang dikemasnya dalam bentuk jajak pendapat  tentang Sekda Flores Timur , Paulus Igo Geroda yang merangkap jabatan (Kaban BPD dan Plt. Irda ) , menyulutkan kemarahan pengganti Sekda Tonce Matutina itu . Paulus Igo Geroda pun akhirnya mempolisikan pemilik akun tersebut pasca layangan surat panggilannya terhadap Lamanepa Frank untuk mengklarifikasikan tulisannya itu tidak diindahkan Lamanepa Frank. Upaya  hukum yang ditempuh Sekda Flotim itu  bagi Lamanepa Fank merupakan hak Sekda Flotim . Tidak jadi soal baginya .

Kepolres Flotim , AKBP Denny Abrahams yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Joni Sihombing di ruang kerjanya, Senin, 15 Juli 2019 menjelaskan, pihaknya sedang mendalami penyelidikan terhadap kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Sekda Flotim itu.

Selain ke-6 saksi yang sudah diperiksa, pihaknya masih terus melanjutkan pendalaman pada tingkatan penyelidikan itu dengan memintai keterangan pihak lain sembari menanti petunjuk jaksa.

“Untuk kasus ini , masih dalam tahapan penyelidikan. Kami sudah memeriksa 6 orang saksi, dan masih mendalaminya dengan keterangan saksi lainnya. Soal total saksi, kami belum bisa pastikan sekarang  karena masih  harus memanggil saksi-saksi lainnya, termasuk seperti apa petunjuk jaksa nantinya ketika berkas kasus ini kami kirim ke kejaksaan. Jadi soal  peluang jumlah saksi yang dibutuhkan , kami belum bisa pastikan sekarang karena masih mengembangkan penyelidikan. Ini masih  tahapan penyelidikan,” jelas  AKP Joni Sihombing.

Lamanepa Frank

Dikonfirmasi secara terpisah di kediamany , pemilik akun Lamanepa Frank  pun mengakui dirinya telah memenuhi panggilan  penyidik Polres Flotim  dan telah pula memberikan keterangannya pada tanggal 1 Juli 2019. Sebagai warga negara yang taat huk , demikianlah Lamanepa Frank memenuhi panggilan institusi negara yang berwewenang itu, dan memberikan keterangan (jawaban) sebagaimana yang ditanyakan pihak penyidik.

“Semua orang berhak mencari dan mengupayakan keadilan itu bagi dirinya sendiri, maka ketika Pak Sekda merasa apa yang saya tulis itu sebagai bentuk pencemaran nama baik beliau, dan melaporkannya ke APH, itu haknya! Karena hukum menyiapkan ruang itu. Bagi saya si tidak jadi soal, karena memang Pak Sekda punya hak sebagai warga negara untuk mendapatkan keadilan. Namun terkait tulisan saya itu, saya mau jelaskannya begini: yang saya sasarkan dalam tulisan saya itu bukan pribadinya beliau. Saya tidak pernah bahas pribadinya , tapi  semata pada jabatan publik,” tegas pemilik akun Lamanepa Frank yang kesehariannya disapa Kico Lamanepa itu.

Mengapa Menggunakan Polling atau Jajak Pendapat?

Kico Lamanepa dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa tulisannya tentang Sekda Paulus Igo yang merangkap jabatan yang diantaranya sebagai Kaban BPBD, dan  Plt .Irda  sebagaimana yang termuat dalam akun miliknya Lamanepa Frank  itu , bukanlah status biasa sebagaimana mestinya warga net menuangkan ide dalam media sosial-facebook. Namun  dirinya  menggunakan pola polling atau jajak pendapat dengan memanfaatkan aplikasi yang disiapkan oleh Facebook.

Ada 4 pilihan aplikasi opsi yang digunakannya dalam jajak pendapat tersebut, yakni Tindakan Pengamanan Sesuatu, Bodoh Amat, Kewajaran, dan Tidak Ada pejabat lain yang Berkompoten.

“Kisah hingga saya menggunakan pola jajak pendapat dengan memanfaatkan aplikasi yang sudah disiapkan oleh facebook itu, berawal dari pencarian saya terhadap sejumlah informasi tentang Flores Timur melalui situs resmi milik Pemda Flotim, termasuk struktur pemerintahan di daerah ini. Saya tidak menemukan satu pun informasi itu. Mengapa saya mencari informasi itu? Mencari informasi publik adalah hak setiap warga negara sebagaimana yang diatu dalam UU no 14 tahun 2008. Karenanya saya berhak untuk itu. Dan saya tidak menemukan informasi –informasi yang saya carikan di situs-situs resmi milik Pemda. Karena tidak menemukan itu, saya lalu menuliskan soal rangkap jabatan Sekda sebagaimana informasi yang saya dapatkan, dengan pola jajak pendapat, menggunakan aplikasi yang memang sudah disiapkan oleh facebook. Saya memilih 4 pilihan aplikasi yaitu Tindakan Pengamanan Sesuatu , hastag yang saya sukai: Bodoh Amat, Kewajaran, dan Tidak ada pejabat Lain yang  Berkompoten . Hanya 4 opsi atau pilihan itu . Nah soal alternatif pilihan dalam facebook , pembaca atau warga net bisa menambahkan apa saja ketika dirinya merasa bahwa opsi atau pilihan itu masih dianggapnya  kurang pas. Tapi saya hanya gunakan 4 pilihan dalam poling itu . Sedangkan  pilihan lain seperti Epen Ka dan entah apalagi (karena sudah tidak mengikutinya lagi ) itu bukan dari saya. Apa tujuannya? Jajak pendapat ini hanya semata bertujuan untuk mendapatkan respon atau pendapat dari  masyarakat (warga net), baik membenarkan, meluruskan atau mengklarifikasikan. Semata hanya untuk mendapatkan kebenaran informasinya saja , tidak ada maksud lain! Apalagi memfitnah atau mencemarkan nama baik seorang Sekda . Hal itu pun terjawabkan oleh beberapa warga net yang mengatakan bahwa hal rangkap jabatan oleh Sekda Flotim itu adalah tidak benar. Dan terhadap pelurusan  informasi  tersebut , saya dalam kelanjutan komentar, mengucapkan terima kasih ,terima kasih…..!,” ujar Kico meriwayat kisah yang telah menghantarnya pada bilik pemeriksaan penyidik Krimsus Polres Flotim sebagai saksi terlapor dalam perkara dugaan pencemaran nama baik melalui media elekteonik (facebook) yang dilaporkan Sekda Paulus Igo Geroda.

Sedangkan terkait tulisannya yang menyebutkan Sekda Paulus Igo telah  terperiksa oleh APH di Kupang, Kico Lamanepa sembari memperlihatkan tulisan aslinya itu menegaskan, substansi point itu tidak masuk dalam poling, bahkan dirinya mengawali tulisan tentang   terperiksa itu  itu dengan kalimat : kabar angin menyeruak  dan diikuti dengan  kata diduga.

“Soal sebutan terperiksa, hahaha, itu dugaan! Kabar burung! Kalau itu menjadi salah satu point delik oleh pihak pengadilan, itu keliru! Saya berusaha menyampaikan apa adanya . Baca lagi , ayo baca lagi (Kalimat akhir).  Apakah ini pantas dijadikan sebagai delik? Tulisan ini saya tidak hapus lho , dan tidak merubahnya . Tetap seperti ini, karena memang tidak ada kekerasan verbal di dalamnnya . Tidak ada sama sekali kekerasan kata-kata dalam tulisan itu. Yang tersasarkan adalah adalah  jabatan  sebagai Sekda , bukan pribadi Paulus Igo Geroda. Kalau memang benar rangkap jabatan , ya’ kan kasihan dengan beban tanggungjawabnya,” ungkap Kico Lamanepa seraya mengaku pula ketidakmengertian dirinya terhadap manajerial admnistrasi yang nampak dalam wujud surat panggilan dari seorang Sekda Paulus Igo Geroda terhadap dirinya itu.

Tidak Ada Istilah Menarik Kembali Laporan

Ipi Daton,SH

Dikonfirmasi secara terpisah pula, Sekertaris Daerah Flores Timur, Paulus Igo Geroda yang dikonfirmasi melalui Kuasa Hukumnya , Ipi Daton, SH, Senin  15 Juli 2019 di PN Larantuka, memperlihatkan ketegasan kliennya tersebut. “Tidak ada istilah  untuk menarik kembali laporan dugaan pencemaran nama baik yang telah dilaporkan kliennya itu ke pihak Polres Flotim,” begitulah  Ipi Daton melukiskan ‘kepala batunya’ Sekda Paulus Igo Geroda tersebut .

“Klien kami sudah berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan itu lewat jalur huku , dan kini prosesnya sedang berjalan. Bahkan klien kami telah berkomitmen untuk tidak akan menarik laporannya atau menyudahi kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap dirinya yang melekat dalam jabatannya tersebut di separuh perjalanan penyelidikan ini. Itu komitmen yang telah disampaikan beliau kepada kami sebagai kuasa hukumnnya!” tandas  Ipi Daton sembari menambahkan pihaknya telah melayangkan surat ke Polres Flotim dengan permohonan untuk mengetahui sudah sejauh mana perkembangan penanganan laporan kliennya tersebut .

Menurut Ipi Daton, Surat Permohonan pihaknya itu telah terbalaskan pihak penyidik dengan uraian  sedang dalam tahapan pengembangan penyelidikan.

“Penyidik menyampaikan bahwa pada tahapan lidik ini , pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap saksi pelapor dan beberapa saksi ,termasuk saksi terlapor, dan sekarang mau masuk tahapan final penyelidikannya. Penyidik akan minta keterangan saksi ahli, untuk memperkuat apa yang dilaporkan klien kami,” beber Ipi Daton dengan terus mengungkapkan komitmen kliennya untuk tidak akan menarik laporannya dan sudah sangat siap menerima konsekuensi apabila langkah yang ditempuhnya itu kandas di ruang hukum. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment