Saksi Made Jayantara Akui Terima Uang dari Alit Wiraputra

Made Jayantara saat bersaksi di muka sidang. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Persidangan kasus dugaan penipuan pengurusan izin pelebaran Pelabuhan Benoa dengan terdakwa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra makin menarik saja. Satu persatu pihak-pihak yang menerima aliran dana dari mantan Ketua Kadin Bali itu mulai terkuak.

Salah satunya yang mengakui menerima uang dari terdakwa Alit Wiraputra adalah saksi Made Jayantara. Di muka sidang pimpinan Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi, Made Jayantara, pria yang memperkenalkan terdakwa Alit Wiraputra dengan Candra Wijaya membenarkan telah menerima uang dari terdakwa.

“Pertama saya diberi uang oleh terdakwa senilai Rp. 1 miliar. Katanya uang itu dari pak Tris (korban Sutrisno Lukito Disasatro) sebagai jasa telah memperkenalkan terdakwa dengan Pak Tris sebagai investor,” terang Made Jayantara saat memberikan kesaksian di muka sidang.

“Setelah itu apakah saksi menerima uang lagi dari terdakwa,” tanya Hakim Adnya Dewi yang juga diiyakan oleh saksi.” Saya diberi dua lembar cek, tapi berapa nominalnya saya tidak tahun,” akunya.

Menurut Made Jayantara, cek itu dikembalikan kepada saksi korban dengan alasan tanda tangan terdakwa yang tertera dalam dua lembar cek itu tidak sama dengan tanda tangan terdakwa di surat kesepakatan.

“Kenapa cek itu saksi kembalikan kepada korban, bukan kepada terdakwa. Kan yang memberi cek terdakwa, bukan saksi korban,” tanya hakim lagi yang dijawab saksi karena menurut terdakwa uang itu adalah pemberian dari korban.

Usai sidang pun, saksi Made Jayantara tetap mengatakan tidak mengetahui nominal uang yang tertera dalam dua lembar cek yang diberikan oleh terdakwa Alit Wiraputra.”Nominalnya saya tidak tahu,” ujarnya sambil berlalu meninggalkan PN Denpasar.

Sementara terdakwa Alit Wiraputra putra kepada wartawan usai sidang mengatakan bahwa saksi Made Jayantara menerima uang darinya senilai total Rp. 2,6 miliar. “Yang pertama Rp. 1,1 miliar, selanjutnya dua lembar cek senilai Rp. 1,5 miliar. Sehingga totalnya Made Jayantara mendapatkan Rp. 2,6 miliar,” tegas Alit Wiraputra.

Sementara saksi Candra Wijaya, kata Alit Wiraputra menerima uang Rp. Rp. 3 miliar. ” Dari Rp. 3 miliar itu, Rp. 1 miliar dari rekening saya langsung saya transfer ke rekening dia. Sedangkan yang Rp. 2 miliar dicairkan oleh Ketut Mardana, staf sari Candra Wijaya,” ungkapnya.

Sementara menyinggung soal surat kesepakatan bersama yang dibuat, Alit Wiraputra mengaku draft surat kesepakatan itu sudah disusun oleh Made Jayantara sebelum ada pertemuan. “Draft surat kesepakatan itu dibuat tanggal 19 November sementara pertemuan-pertemuan kita tanggal 23 dan 26 November,” terang terdakwa.

Dalam draft itu diakui oleh Alit Wiraputra bahwa memang benar ada nama Sandoz, bahkan nama mantan anak dari mantan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika itu masuk sebagai salah satu pihak. “Kemudian Sandoz mengatakan bahwa karena dia anak Gubernur maka mengusulkan agar namanya diganti, dan oleh Made Jayantara diusulkan nama saya,” ungkap Alit Wiraputra.

Alit juga mengaku awalnya tidak mau namanya masih sebagai pihak dalam surat kesepakatan itu. “Saya sudah menghindar, dari bulan November dibuat, saya baru tandatangani bulan Januari. Saya terus didesak, soalnya kalau saya tidak tandatangani proyek itu tidak jalan,” pungkasnya. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment