Bupati Anton Hadjon Ajak Masyarakat Lera Boleng Muliakan Apa yang Dimiliki

Bupati Anton Hadjon membuka pameran Keterampilan pengrajin lokal memperingati Hari Lansia dan keluarga Berencana Tingkat Kecamatan Tite Henadi desa Lera Boleng, Kecamatan Tite Hena, Selasa (16/07/2019). Foto: BNN/IST

Larantuka/BaliNewsNetwork.Com-Mari kita muliakan apa yang kita miliki. Memuliakan itu berarti kita mulai menghargai dengan menggunakan atau memanfaatkan apa yang kita miliki. Desa Lera Boleng dikenal dengan kopi Leworok, madu juga hasil pertanian berupa tomat dan sayur-sayuran yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Flores Timur. Demikian disampaikan oleh Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST, ketika memberikan sambutan dan membuka dengan resmi kegiatan Pameran Keterampilan Pengrajin Lokal dalam rangka memperingati hati Lansia dan keluarga Berencana Tingkat Kecamatan Tite Hena bertempat di desa Lera Boleng, Kecamatan Tite Hena, Selasa, 16/07/2019

Hadir pada kesempatan itu, Pimpinan OPD Kabupaten Flores Timur,  Ketua TP PKK Kabupaten Flores Timur Ny. Lusia Barek Hadjon, Camat Titehena Asterius Soge, S.Kep, NS,  Ketua TP PKK Kecamatan Tite Hena Elisabeth Sabon, Danramil 1624.06 Boru Carlos, Kapolsek Tite Hena A. Iksan, Kepala Desa Lera Boleng  dan para Kepala Desa se – Kecamatan Tite Hena, tokoh adat, tokoh pendidik, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Menurut Bupati Anton, emerintah sudah membuat kebijakan – kebijakan untuk memuliakan yang ada pada kita, ada Perbup berkaitan dengan pangan lokal, maka bupati mengingatkan di sekolah – sekolah, tidak boleh lagi jual yang namanya ale – ale, jas – jus, tinggalkan itu dan buatkan kantin sehat untuk sekolah dengan menyiapkan bubur kacang ijo, cucur, susu sorgum, dll. Tinggalkan yang bukan produk lokal manfaatkan produk lokal. Ada juga Perbup berkaitan dengan cara berpakaian untuk ASN minggu pertama dalam mengenakan pakaian tenunan daerah dan setiap hari kamis mengenakan motig daerah, juga untuk anak sekolah mulai tahun ini mulai meninggalkan batik diganti dengan tenunan daerah.

“Mari kita berikan apa yang kita miliki, kita miliki waktu, kita memiliki tenaga, marilah kita berikan itu untuk secara bersama membangun Lera Boleng, itu artinya kita membangun Tite Hena, itu artinya membangun Flores Timur, itu artinya membangun NTT, itu artinya kita membangun Indonesia. Jika anak makan kurang dan menjadi kurang gizi, maka itu bagian dari kita yang kita persembahkan membuat desakurang sejahera, kecamatan ini juga kurang sejahtera,” kata Bupati Anton.

Terkait dengan peringatan hari Lansia, Bupati Anton mengingatkan kalau kita tidak pelihara anak dengan baik, ke depannya akan menghasilkan lansia yang sakitan, kalau lansia yang sakit – sakitan nanti yang sengsara juga anak – anak, sehingga kita harus mempersipkan lansia ke depan adalah lansia yang sehat – sehat.

“Ikut posyandu setiap bulan ya, kerja kebun okey, tapi jangan lupa kesehatan,” tukas Bupati Anton.

Terkait dengan peringatan Keluarga Berencana, Bupati Anton minta agar para penyuluh KB tidak boleh membatasi masyarakat dua anak saja. Tidak Boleh! Anak boleh lebih dari dua,tetapi dengan tetap menjaga jarak dan memperkuat dengan ekonomi keluarga.

Ketua TP PKK Kabupaten Flores Timur Ny. Lusia Barek Hadjon alias Rina Hadjon dalam sambutan mengatakan PKK itu penting dan  ini adalah hajatan PKK, ada 10 program PKK dijabarkan dalam empat kelompok kerja.

“Saya selalu berbagga menyampaikan kepada 19 kecamatan bahwa partisipasi kepala desa di kecamatan Tite Hena sangat luar biasa. Hari ini di Tite Hena melaksanakan 2 pokja yaitu pokja satu tentang Lansia, dan pokja tiga tentang sandang, pangan dan tata laksana rumah tangga. Tapi saya mau katakana bahwa 10 program itu wajib dilaksanakan di setiap desa. PKK memiliki 8 meja di posyandu. Kita boleh buat hajatan tingkat kecamatan tapi setiap bulan tidak ada lansia yang datang ke posyandu, maka kegiatan seperti ini cuma – cuma. Hari ini di stand – stand khusus tenun ikat, saya melihat untuk kebutuhan untuk Flores Timur bisa miliki, tapi untuk pasarkan keluar kita selalu kalah dalam kualitas ditingkat Provinsi dan Nasional,” kata Lusia Hadjon.

“Jadilah penunun yang profesional, jangan menenun satu lembar sampai satu bulan. Pak Camta Tite Hena harus berdayakan perajin–perajin kerajian  yang ada supaya diberdayakan,” ungkap Rina Hadjon.

Camat Tite Hena Aster Soge dalam sekapur sirih sebagai tuan rumah mengatakan kegiatan Pameran ini menjadi inspirasi bagi pemerintah desa se- Kecamatan Tite Hena untuk melakukan gerakan bersama dalam rangka melestarikan sarung tenun ikat sekaligus mempromosikan desa Lera Boleng sebagi Desa Pariwisata, yang juga sebagai penggerak utama pembangunan menuju Tite Hena Bangkit, Tite Hrena Sejahtera.

Selain itu kerajinan anyamam daun lontar merupakan salah satu kerajinan tradisional dari kecamatan Tite Hena yang menjadi bagian dari budaya Indonesia, selain merupakan serat alami, produk turunan dari anyaman daun lontar juga sangat banyak bervariasi. Selain itu pameran kerjainan tangan berupa kuliner lokal Ttite Hena seperti aneka mimuman dari temulawak, minyak murni / VCO, madu, kopi Lewowok. Selain itu hasil komoditi perkebunan yang dikelola oleh Bumdes Leworok.

Adapula berbagai macam aksosris menarik seperti anyaman, sulam menyulam, kerajinan barang bekas seperti pot dari handuk – handuk bekas, meja dan kursi dari bambu, poci / cerek dari tempurung kelapa, periuk dari tanah liat serta hasil pertanian dan peternakan daerah Tite Hena.

Semuannya ini menujukan diri kita sebagai orang Tite Hena, dan memperkenalkan Tite Hena dari desa Lera Boleng, karena Tite Hena bisa. Pameran ini ini digelar dari tanggal 15 Juli 201 dan Pra kegiatan dengan Pemberian Makanan Tambahan untuk anak stunting, penyuluhan kesehatan untuk lansia, pemutaran film KB serta pelayanan akseptor KB.

Ketua Pelaksana kegiatan Maria Anjelina Ena dalam laporan mengatakan maksuddan tujuan kegiatan pameran keterampilan pengrajin lokal dalam rangka perinagatan hari lansia dan keluarga Berencana ingin memperkenalkan seluruh potensi des di Kecamatan Tite Hena berupa produk tenun ikat, mebel, kerajinan tangan, olahan komoditi lokal seperti anyaman dll serta mendorong perilaku wirausaha bagi perempuan Tite Hena dan pemuda Tite Hena agar tetap tanggap terhadap kemajuan serta mampu meningkatkan usaha diri demi peningkatan pendapatan keluarga dengan harapan dari masyarakat Tite Hena agar potensi di Kecamatan Tite Hena dapat dikembangkan, kemudahan pemasaran dapat ditingkatkan, serta dapat memberi kesempatan dan informasi terutama bagi investor atau perusahaan yang meiliki tanggungjawab terhadap masyarakat.

Setelah kegiatan Bupati Flores Timur dan ibu Ketua TP.PKK Kabupaten dan Pimpinan OPD berkunjung ke 18 stand pameran keterampian kerajinan lokal dari 14 desa di kecamatan Titehena. Bupati juga mengingatkan kepada pimpinan OPD agar jangan lihat pameran yang ada di stand saja tapi ditidaklanjuti dengan belanja.

Pada saat bersamaan Camat Tite Hena menyerahkan karya anak Lera Boleng Ano Kumanireng dalam bentuk lukiasan Foto Bupati Flores Timur, Wakil Bupati Flores Timur dan Ibu Ketua TPPKK Kabupaten Flores Timur. (adv)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment