Ambil Tempelan Sabu, Pensiunan Dosen Dituntut 5 Tahun

I Ketut Gde Berata Yasa mantan dosen yang ambil tempelan sabu. Foto: BNN/dok.

Denpasar/BaliNewsNetwork-I Ketut Gde Berata Yasa, mantan dosen di salah satu universitas swasta ternama di Denpasar yang ditangkap saat mengambil tempelan sabu sebarat 0,18 gram pada sidang, Selasa (16/07/2019) dituntut hukuman 5 tahun penjara.

JPU I Nengah Astawa yang diwakili Jaksa Agus Adnyana dalam amar tuntutanya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja menyatakan pria 54 tahun ini terbukti menyimpan Narkotika.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika. “Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama lima tahun, denda 800 juta subsider dua bulan penjara,” tegas jaksa Kejari Denpasar itu.

Atas tuntutan ini, terdakwa yang didampingi penasihat hukum dari Pos Bakum PN Denpasar berencana mengajukan pembelaan. Karena pekan depan masih suasana hari raya Galungan, maka persidangan ditunda hingga dua pekan.

Terungkap di persidangan, Berata Yasa diamankan petugas dari Polres Badung pada Selasa, 8 Januari 2019. Bermula terdakwa menelepon seseorang yang diketahui bernama Agus LP (DPO) sekira pukul 22.00. Saat itu terdakwa memesan 1 paket klip sabu seharga Rp400 ribu.

Selanjutnya pada pukul 00.10, terdakwa dihubungi kembali, bahwa pesanan sabu telah ditempel di depan rumahnya di Jalan Imam Bonjol, Pemecutan Denpasar Barat tepatnya di bawah tiang listrik beton. Sabu tersebut dimasukkan ke dalam sepidol hitam.

Oleh terdakwa barang haram tersebut diambil dan dimasukkan ke dalam saku celana belakang. Baru tiba di ruang tamu dan akan masuk kamar, dua orang petugas kepolisian datang dan langsung menangkap terdakwa. Dalam keterangan , terdakwa mengaku dia membeli sabu untuk digunakan sendiri. (pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment