BUPATI ANTON NAIKAN STATUS DESA LEWO KELENG SEBAGAI DESA STBM

Bupati Flotim Anton Hadjon ketika deklrasi Desa Lewo keleng sebagai desa STBM, Juamt (12/07/2019). Foto: BNN/IST.

Adonara/BaliNewsNetwork.Com-Satu lagi desa di Kecamatan Ile Boleng naik status dan menyandang predikat sebagai Desa Sani Total Berbasis Masyarakat (STBM). Berdasarkan hasil verifikasi lapangan terhadap praktek STBM di Desa Lewo Keleng oleh Tim Pokja AMPL Kabupaten Flores Timur bersama unsur dari Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, Kantor Camat dan desa se-Kecamatan Ile Boleng telah merekomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur agar Desa Lewo Keleng ditetapkan sebagai Desa STBM.

Atas dasar hasi Fervikasi Tim AMPL itu, Bupati Flores Timur, Antonius H. Gege Hadjon, ST pada hari jumat, 12 Juli 2019 telah mendeklasrasikan Desa Lewo Keleng sebagai Desa STBM.

Di setiap kesempatan deklarasi oleh Bupati Flores Timur Anton Hadjon, selalu didahului dengan dialog bersama masyarakat desa setempat. Hal ini dilakukan hanya untuk mengetahui kesiapan masyarakat dalam mempersiapkan desanya menjadi Desa STBM.
Deklarasi didahului dengam pembacaan Ikrar STBM oleh sejumlah elemem masyarakat.

Hadir pada acara itu Kepala Dinas Kesehatan dr. Agustinus Ogie Silimalar; Kadis Perumahan Eduard Fernandez, Camat Ile Boleng Yonas Sapakoly, Forkompimca Kecamatan, Kepala Puskesmas Ile Boleng, Paramedis bidan dan perawat, para Kepala Desa se-Kecamatan Ile Boleng, tokoh adat, tokoh masyarakat serta masyarakat Kecamatan Ile Boleng.

Bupati Anton Hadjon dalam sambutannya mengatakan, STBM merupakan program yang memberikan pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat. Banyak masyarakat yang masih terbiasa membuang air besar tidak pada tempatnya, karena belum memiliki jamban yang permanen. Kehadiran Program ini tentunya diharapkan dapat merubah perilaku masyarakat menuju hidup bersih dan sehat serta meningkatkan akses sanitasi dasar.

Dikatakan, pendekatan pelaksanaannya harus berorentasi pada masyarakat, yakni melalui proses pemberdayaan dan penyadaran masyarakat agar dapat menjadi prakarsa, ini siatif dan partisipasi aktif dalam pełaksanaan kegiatan.

“Untuk iltu butuh komitmen untuk kerja sama dan sama-sama bekerja,” kata Bupati Anton Hadjon.

Kelima pilar STBM yang dideklarasikan itu adalah:

Pilar I : Stop Buang Air Besar Sembarangan.

Pilar II : Cuci Tangan Pake Sabun.

Piar lll : Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga.

Pilar IV : Pengelolaan Sampah Rumah Tangga .

Pilar V : Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.

Bupati Anton Hadjon beraharap warga Desa Lewo Keleng dapat memanfaatkan program STBM ini dengan baik. (adv)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment