Buapti Anton: Flores Timur Kehilangan Sosok Pelayan Umat yang Rendah Hati

Misa Requiem Almahrum Romo Yosep Kuben Odjan, Pr. Foto: BNN/IST

Larantuka/BaliNewsNetwork.Com-Flores Timur telah kehilangan seseorang sosok pelayan umat yang rendah hati dan melayani umatnya dengan tulus. Demikian disampaikan oleh Bupati Flores Timur Antonius H. Gege Hadjon, ST, dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur Paulus Igo Geroda, S.Sos,M.AP. pada saat menghadiri Misa Requiem Almahrum Romo Yosep Kuben Odjan, Pr bertempat di Gereja Katadral Reinha Rosari Larantuka, 12/07/2019

Hadir pada kesempatan itu, Uskup Larantuka Mgr. Fransiskus Kopong Kung Pr, yang juga adalah selebran utama yang memimpin misa requiem, Romo Vikjen Kesukupan Larantuka Gabriel Unto da Silva, Pr., Romo Deken Lembata Romo Sinyo Da Gomes, para iman, biarawan barawati, keluaga , perwakilan umat Dekenat Lembata, dan umat lainnya.

Lanjut Bupati Anton, Pemerintah Kabupaten Flores Timur memberikan penghargaan yang setinggi – tingginya atas hidup dan pengabdian almahrum, bukan saja karena pada masa hidupnya mengabdikan diri sebagai imam untuk umat dan lewo tana, tetapi lebih dari itu, karena sebagian besar hidupnya diperuntukan bagi pengabdian dan kepentingan bagi banyak orang khususnya umat dan masyarakat di Keuskupanm Larantuka yang meliputi Flores Timur dan Lembata. Menurut Bupati Anton Hadjon, Almahrum Romo Yos dikenal luas oleh masyarakat di Nagi Tana juga di Lembata karena kepribadian, komitmen dan kotribusinya untuk bersama dengan umat dan masyarakat membangun gereja.

Bupati Anton antas nama Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa beliau dalam membangun iman umat, gereja dan masyarakat di dua kabupaten tercinta ini.

“Syukur kepada Tuhan yang telah memberi kepada kita seorang imam yang patut untuk diteladi. Kepergian Romo Yos ini, mejadi akhir dari sebuah perjuangan panjang dan beliau telah memenangkan suatu pertarungan yang indah. Semoga Romo berdiam dalam kebahagiaan kekal di surga dan mengiringi dengan doa – doa,” kata Bupati Anton Hadjon

Selanjutnya Bupati Anton menyampaikan permohonan maaf yang sebesar – besarnya kepada romo, apabila dalam kebersamaan di dunia ini, ada banyak hal yang tidak berkenan, baik dalam tutur kata maupun dalam tindakan.

“Lika-liku perjalanan kebersamaan kita, baik suka dan maupun duka akan menjadi sebuah kenangan yang indah apabila dibingkai dalam kata maaf. Maaf dari kami, kiranya akan menjadi bekal yang memuluskan jalan bagi romo menuju surga abadi, selamat jalan romo, kami semua mengiringi romo ke rumah Bapa dengan doa. Semoga jasamu di dunia dan belaskasih Allah menjadi kompas bagimu menuju rumah Bapa,” tukas Bupati Anton.

Sementara Uskup Larantuka, Mrg. Fransiskus Kopong Kung, Pr, dalam sambutan menyampaikan ucapan terima kasih kepada alm.Romo Yos Kuben Odjan, Pr, yang telah memberikan diri dan hidup pelayanan sebagai seorang imam bagi Keuskupan kita.

“Kita berterima kasih atas keteladan, contoh kehidupan yang telah Romo Yos berikan terhadap kita dan secara khusus akan kesetiaan dalam hidup dan tugas-tugasnya sampai pada saat kematian. Tidak pernah Romo Yos menolak atau berkeberatan dengan tugas-tugas yang dipercayakn kepadanya,” ungkap Mgr. Frans.

Lanjut Uskup Mgr. Frans, dalam diri almahrum ditemukan kesederhanaannya, selalu menujukan kesetiaan dan ketaatannya. Selain itu romo adalah sosok yang tidak banyak bicara tetapi seorang pekerja, taat, setia dalam pelayanan dan pengabdian.

Uskup Mgr.Frans atas nama para imam menyampaikan terima kasih kepada keluarga yang sudah memberikan Romo Yos untuk pelayanan umat di Keuskupan Larantuka. Sudah setia memberikan perhatian bahkan doa yang didaraskan. Secara Khusus Uskup Mgr. Frans menyampaikan terima kasih khusus pada saudari kandung romo, pada saat romo sakit dengan sabar setia mendampingingi romo siang dan malam. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh keluaraga, dokter, perawat, para suster yang merayat romo di Suarabaya, Lewoleba dan di Klinik Pratama Tabali, atas segala perhatian dan pelayanan disampaiakan terima kasih

Romo Pastor Paroki Katederal Reinha Rosari Larantuka ketika membacakan sekelumit riwayat hidup Romo Yosep Kuben Odjan, menuturkan bahwa romo lahir di Lewolere, 10 Maret 1948. Anak keenam dari 12 bersaudara. Orang tua Markus Ojan, ibu Agnes Abon Wanga. Menerima tabisan diakon 1976 di Seminari St. Petrus Riatpret, ditabiskan menjadi imam pada 30 Juni 1976 di Seminari San Domingo Hokeng.

Riwayat karya sebagai berikut: Tahun 1977 -1981 di Pamkayo, 1981 – 1985 pastor proki Lewolena,1985 – 1987, Pastor Paroki Aleroba Kedang,1987 – 1992, Pastor Paroki Hoelea Kedang. 1992 -1997 menjadi Pastor Paroki Hoelea dan Aliroba,1997 – 1999 Pastor Paroki Kalikasa dan Lerek, 1997 – 20013, Pastor Paroki Kalikasa, 2003 – 2005 menjadi pendamping para guru Dekenat Lembata, 2005 – 2008 menjadi pejabat pimpinan Rumah Sakit Bukit Lewoleba, 2005 – 2009 Ketua Yayasan Papa Miskin Keuskupan Larantuka, 20 April 2011-Desember 2016 Moderator Yayasan Umat Katolik Lembata , Desember 2016 sampai sekarang menjadi Ketua YEPENDUKLEM.(adv)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment