6 Siswa  SMK Watowiti di Pati akan Dipulangkan

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Flores Timur,Mikhael Bulet Ruron dan Ayah Korban usai penandatangan Surat Pernyataan dengan pihak-pihak di Pati,Rabu (10/7). Foto: BNN/MBR-doc/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Enam siswa (dari 7 siswa ) prakering asal SMK Negeri I Larantuka-Watowiti yang selamat dari musibah tenggelamnya  KM.Mina Rahayu di  perairan 30 mil  utara Kangean Kepulauan Madura, Jawa Timur  pada 5 Juli 2019, akan dipulangkan dalam waktu dekat. Sementara itu hingga hari ke-6 pencarian terhadap terhadap Yosep Barti Raymundus Benekikus,Tim SAR tidak mendapatkan tanda-tanda yang berarti.Tim SAR pun memutuskan untuk menghentikan pencarian siswa asal Kota Rewido-Sarotari,Larantuka tersebut.

Penghentian pencarian oleh Tim SAR itu,tidak membuat Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan pihak keluarga korban menyerah. Wakil Bupati Flotim,Agustinus Payong Boli langsung melakukan koordinasi by phone meminta pihak Pemda Pati ,pihak perusahaan tempat praktek ke-7 siswa SMKN Watowiti ,pihak Polairud dan persatuan nelayan  setempat untuk tetap  membantu melakukan pencarian berdasarkan petunjuk-petunjuk  hasil penerawangan orang pintar yang diusahakan keluarga korban .

“Ini situasi diluar kemampuan normal manusia,maka kita butuhkan dukungan kekuatan adat dan kekuatan doa (iman ) dari mereka yang memiliki karunia untuk hal seperti ini. Dan berdasarkan petunjuk-petunjuk yang diinformasikan pihak keluarga  korban, saya setelah mendapat kabar tentang penghentian pencarian oleh Tim SAR langsung membangun koordinasi by phone kepada Pemda Pati,dan Sumenep serta pihak Polairud,dan meminta mereka untuk tetap membantu melakukan pencarian  bersama persatuan nelayan di sana. Kita minta mereka untuk lakukan pencarian beberapa hari lagi ke depan berdasarkan petunjuk-petunjuk  dari pendoa maupun orang pintar yang diusahakan keluarga korban.”ujar Wabup Agus Boli.

Ayah Korban Tandatangan Surat Pernyataan

Fransiskus Herman Benekikus (51) ayah dari Yosep Barty Raymundus Benekikus,siswa prakering yang belum ditemukan itu pada Rabu,10 Juli 2018 bersama Nahkoda dan Pengurus (Perwakilan) pemilik Kapal Mina Rahayu melakukan penadatangan Surat Pernyataan penyelesaian persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Disaksikan oleh Asisten III Bidang Admnistrasi Umum Setda Flotim, Mikhael Bulet Ruron,SH,M.Si,dan DPC HNSI Kabupaten Pati,H.Rasmijan, Fransiskus Herman Benekikus yang tersebutkan sebagai pihak I itu menyatakan tidak  menuntut secara hukum kepada pihak Yayah Sugiyanto bin Alm.Maslan (nahkoda-pihak II) dan Nur Cahyo bin Alm.Karyono (pengurus/perwakilan pemilik kapal-Pihak III ). Pihak III  memberikan tali asih kepada pihak I sebesar Rp 20.000.000. Surat pernyataan tersebut ditutup dengan penegasan  sebagaimana yang tersebutkan pada poin ke-3,bilamana ada pihak lain  mencampuri pernyataan ini,dinyatakan tidak berlaku. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment