4,16 Persen Warga Flotim Masih BAB di Tempat Terbuka

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi NTT, Ny.Maria Fransiska Djogo. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi NTT,Maria Fransiska Djogo ketika membawakan sambutannya di acara Rembuk Stunting,Publikasi Rencana Kerja Pencegahan Penanggulangan Stunting Terintegrasi dan Launching PMT Terfokus Gerobak Cinta di Lapangan  sepak bola Lebao-Larantuka,Kabupaten Flores Timur,Kamis,11 juli 2019  mengungkapkan sebanyak 4,16 persen penduduk Flores Timur masih melaksanakan aktivitas Buang Air Besar (BAB) di wilayah terbuka.

Jumlah tersebut banyak  ditemukan di 3 kecamatan  dari 19 kecamatan yang ada di Flores Timur,yaitu kecamatan Adonara Tengah,kecamatan Adonara,dan kecamatan Witihama.Sedangkan pada level Nasional sebagaimana yang dibeberkan isti Gubernur II NTT itu  masih  ditemukan 24 persen penduduk Indonesia yang menunaikan BAB di area terbuka  dan 14 persen diantaranya tidak memiliki akses ke sumber air bersih.Kondisi tersebut oleh Maria Fransiska Djogo dapat menyebabkan masalah kesehatan lingkungan.

“Berdasarkan data hasil survey,masalah kesehatan lingkungan di Indonesia masih cukup tinggi. Sekitar 24 persen masyarakat masih BAB ditempat terbuka dan 14 persen diantaranya tidak memiliki akses ke sumber air bersih,(JMP 2013).Sedangkan di Flotim, masih terdapat 4,16 persen penduduk yang BAB di wilayah terbuka,terbanyak terdapat di 3 wilayah kecamatan yakni kecamatanan Adonara Tenga,Adonara,dan Witihama.”ungkap Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi NTT .

Pembeberan data tersebut pun disambut dengan riuh redah ratusan peserta  Rembuk Stunting .Olok-olokan penuh familiar di barisan camat pun sempat terjadi dalam tenda tempat berlangsungnya kegiatan itu.

Kondisi itu pun dibiarkan Maria Fransiska Djogo semenit lamanya  kemudian melanjutkan sambutannya ,mengajak semua komponen masyarakat untuk  mengatasi persoalan tersebut.

“Ketika anak-anak tumbuh di lingkungan bersanitasi buruk,maka resiko mereka terkena penyakit itu lebih besar, dan kemungkinan mengalaminya  berulang-ulang kali. Inilah menjadi salah satu penghambat pertumbuhan mereka.”ujarnya dengan terus menerus menggairahkan semangat memerangi stunting. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment