Curi Televisi, Laptop dan Handphone, Pedagang Cilok Dituntut 2,5 Tahun

Haris Eko Yulianto, yang mencuri televsi, laptop dan handphone di tiga lokasi. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Maling spesialis rumah kosong, Haris Eko Yulianto (30) hanya bisa tertunduk malu di ruang sidang saat mendengar dirinya dituntut dua tahun enam bulan (2,5 tahun) dalam sidang, Rabu (10/7/2019).

Tuntutan hukuman tinggi yang dimohonkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ida Bagus Putu Swadarma Diputra ini bukan tanpa alasan. Pria yang sehari-hari jualan cilok ini dituntut tinggi karena mencuri televisi, laptop dan handphone dibeberapa lokasi.

Yang pertama, terdakwa asal Jember ini mencuri di salah satu rumah di Jalan Pulau Misol, 17 Januari 2019 lalu. Di rumah ini terdakwa berhasil menyikat televisi, laptop dan dua buah handphone milik Ketut Sumiarsa. Kedua, terdakwa beraksi di salah satu rumah di Jalan Gunung Kapur, 29 Januri 2019.

Ditempat ini, tedakwa yang tinggal di Jalan Gunung Gede berhasil menggondol sebuah televisi dan laptop milik Riza Avianto. Yang ketiga, dengan modus yang sama di Jalan Merpati Putih, terdakwa mencuri sebuah televisi milik Narsilili Roni.

Akibat perbuatan terdakwa ini, ketiga korban mengalami kerugian masing-masing, Rp. 12 juta, Rp. 2 juta dan Rp. 3 juta. Untuk melancarkan aksinya, terdakwa selalu membekali diri dengan obeng yang digunakan untuk mencongkel pintu atau jendela rumah milik para korban.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa Haris Eko Yulianto dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan,” tegas jaksa Kejari Denpasar itu dalam amar tuntutanya.

Jaksa menyebut terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang dilakukan secara berulang. Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 ayat (1) ke-5 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Kapok nggak kamu dituntut jaksa 2,5 tahun,” tanya hakim Ketua Dewa Budi Watsara yang dijawab terdakwa dengan anggukan kepala.”Ya sudah, nanti kalau sudah bebas jangan diulangi lagi,” lanjut hakim menasehati terdakwa.

Sidang kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan putusan. “Sidang kita tunda minggu depan dengan agenda pembacaan putusan,” tegas hakim sembil mengetuk palunya. (pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment