Melalui Kuasa Hukumnya, LS Bantah Bawa Kabur Uang Arisan Rp500 Juta

Kuasa hukum LS,  I Put Harry Suandana Putra. Foto: BNN/ist.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Wanita asal Singaraja berinisial LS yang sebelumnya dilaporkan ke Polda karena diduga membawa kabur uang arisan Rp500 juta, akhirnya angkat bicara.

Melalui kuasa hukumnya, I Putu Harry Suandana Putra, LS selaku kuasa hukumnya, LS membantah tudingan telah membawa kabur uang arisan tersebut.

Namun, Hari Suandana tidak membantah bila klienya (LS) mengikuti arisan secara online.”Benar klien kami mengikuti beberapa arisan online yang awalnya ditawarkan oleh para maklar arisan online dan klien kami tertarik ikut arisan online tersebut,” ucap Harry Suandana dari Semarindo Law Office, Sabtu (6/7/2019).

Dijelaskannya, arisan online ini secara garis besar mekanismenya adalah melalui transfer bank baik perolehan penarikan arisan maupun pembayaran.”Jadi semua rekam jejak transfer keluar masuk arisan online tersebut jelas, ” tegasnya.

Hari Suandana juga mengatakan, benar telah terjadi gagal bayar oleh kliennya, yang kemudian ditawarkan oleh maklar arisan untuk melelang kewajiban pembayaran tersebut kepada pihak ketiga dengan bunga rata-rata 50 persen dari pokok pinjaman (nilai pokok arisan) dalam jangka dua minggu sejak iuran arisan dibayarkan oleh pihak ketiga.

“Nah hal inilah yang menjebak klien kami atas ketidakfahamannya dengan sistem moneygame ini diklaim oleh para maklar arisan ini klien kami sudah tidak mampu membayar kewajiban arisan sampai dengan nilai Rp500 juta,” kata Harry Suandana.

Terpting, kata Hari Suandana,LS sampai saat ini masih tinggal dirumahnya. “Klien kami idak kabur tapi memang klien kami dalam kondisi ekonomi yang payah karena tidak mampu membayar lagi hutang yang berlipat-lipat tersebut,” unvjao Hari Suandana.

Menurutnya, kalau dilihat dari rekam rekening koran yang dipakai untuk arisan online, maka klienya sudah lebih melalukan pembayaran Rp32.339.000. Namun karena sistem pinjaman berbunga sangat tinggi tersebut membuatnya terjebak dan tidak berdaya.

“Bahwa klien kami siap untuk mempertanggungjawabkan adanya hutang tersebut, sebagaimana hukum yang berlaku tapi mohon diluruskan tuduhan bahwa klien kami membawa kabur uang arisan senilai Rp500 juta, karena klien kami tidak pernah menerima uang sebesar itu,” terang Harry dalam surat klarifikasi. (pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment