“Mutiara” Tersembul di Tambak Bandeng Sina Malaka

Bupati Flores Timur, Anton Hadjon  melakukan panen perdana Bandeng di tambak Kelompok Bereun Senaren, Desa Sina Malaka, kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur-NTT, Jumat (5/7). Foto : BNN/Emnir.

Bunga/BaliNewsNetwork-“Mutiara” itu kini mulai bermunculan di areal Sagat Lu’o gego pantai desa Sina Malaka, Kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur-NTT pasca sekelompok orang muda yang menamakan diri mereka Bereun Senaren, ‘mengupas’ lahan tidur  dikawasan itu, dan membentuknya menjadi tambak aneka bentuk. Termotivasi oleh prospek program penciptaan wirausahawan muda Flotim  yang terbingkai dalam misi pertama Pemerintah Daerah  Selamatkan Orang Muda Flotim, budidaya Bandeng lokal itu pun terpanen untuk pertama kalinya, Jumat, 5 Juli 2019 oleh Bupati Flores Timur, Anton Hadjon yang disaksikan unsur Muspida, Muspika dan warga desa setempat.

“Butiran mutiara”  itu yang  kini muncul di atas lahan tidur yang panjangnya 3 kilo meter itu  membuat Pemerintah Desa setempat pusing . Usaha barisan Dominika Pilomena lewar itu pun membanjirkan minat warga lainnya. Tak sekedar mengalirkan apresiasi , namun rintisan usaha sekelompok orang muda Sina Malaka itu pun menggairahkan warga lainnya untuk juga turut serta menggarap lahan ‘bermutiara’ itu. Beberapa warga sebagaimana yang diungkapkan Kades Bernadus Ribut Pati dalam sambutannya di acara panen perdana itu, telah mendatanginya dan meminta dirinya untuk mengusulkan atau merekomendasikan mereka menjadi bagian dalam program wirausahawan baru lecutan Pemda Flotim pada Tahun Anggaran berikutnya.

Bak memilih mutiara yang kini telah tersembul di areal Sagat, demikianlah Bernadus Ribut Pati, Lukas Bala Hadjon, Stefanus Tado Hurit, dan Stefanus Ledan Hurint memberikan apreasi kepada Pemda Flotim yang telah mensuport usaha sekelompok orang muda itu. Walau diikuti dengan banyak permintaan  kepada Pemda untuk membantu warga Sina Malaka menggarap potensi laut dan potensi darat di tepiannya, toh rinstisan usaha budidaya bandeng yang tergeluti barisan Dominika Pilomena Lewar tersebut telah menghadirkan bayang-bayang cerah kesejahteraan.

Bupati Flores Timur, Anton Hadjon dalam sambutannya mengungkapkan panen perdana yang terjadi pada lokasi tambak bandeng itu mewakili kegiatan program penciptaan  usahawan orang muda Flores Timur TA 2018. Sembari meriwayatkan proses gelontoran dana untuk pemberdayaan orang muda di Tahun Anggaran 2018, Bupati Anton Hadjon pun takjub atas keberanian kelompok orang muda di desa Sina Malaka yang berani merintis usaha tambak.

Bupati Anton Hadjon

“Dari ratusan orang muda penerima bantuan permodalan di TA 2018, hanya ada 3 pemohon yang mengajukan permohonan usaha budidaya perikanan, 1 dengan tambak bandeng, 1 tambak udang, dan 1 pemohon dari Kawalelo dengan usaha budidaya ikan kerapu yang sebentar lagi juga akan panen. Dan kita mulai panen bandeng hari ini di sini. Di Tahun 2018, kita gelontorkan dana pemberdayaan untuk orang muda cukup banyak bagi desa ini. Ada beberapa org muda yang dapat bantuan usaha permodalan untuk usaha ternak puyuh dan berhasil bagus. Dirinya jadi pemasok tetap telur puyuh bagi toko-toko dan RSUD Larantuka. Ada beberapa yang ternak babi, dan berhasil. Saya berharap, terus laksanakan itu sesuai mekanisme yang telah dibicarakan bersama !” ungkap Bupati Anton Hadjon dengan tak lupa menumpahkan memorinya terhadap perhatian Pemda di bidang lainnya.

Kenyataan warga Sina Malaka yang telah  melihat laut sebagai sumber pencaharian di beberapa tahun terakhir  itu pun menjadi kegembiraan tersendiri bagi suami Rina Hayon-Hadjon itu. Kampung berteluk yang berpagarkan mangrove di tepinya, mendorongnya untuk menancapkan gagasan motivatif  memulai dari apa yang dipunyai warga dan memuliahkan  potensi-potensi yang ada di desa itu.

Takjub dengan  luas lahan darat yang berbentengkan tanaman bakau itu, Bupati Anton lantas mengarahkan warga untuk melirik juga usaha budidaya kepiting dan garam ,selain usaha lainnya.Pemda siap mendukung !

Tambak Bandeng Bereun Senaren

Terbakar oleh siraman motivasi para motivator  dalam ruang membangun motivasi bagi calon usahawan baru di pertengahan 2017,kelompok Bereun Senaren Budidaya Ikan Bandeng tersebut lalu  bergelut ‘mengupas’ lahan tidur yang berpagarkan mangrove itu pasca mendapat kucuran dana hibah Rp 100.000.000 di TA 2018. Enam bulan lamanya mereka menghabiskan waktu untuk menyulap lahan di Sagat itu menjadi kawasan tambak  seluas 2600 m² (75 x 35 ).

Dominika Pilomena Lewar

“Ketika tambak sudah terbentuk, peralatan pendukung lainnya sudah siap, kami pun mulai intens melakukan budidaya ikan bandeng. Aktivitas budidaya baru dimulai pada Januari 2019 dengan memanfaatkan bibit Bandeng lokal. Dan tepat enam bulan, hari ini kami panen perdana. Di sebelah sana ada udang.Dan kami pun akan melakukan budidaya kepiting” urai Dominika Pilomena Lewar yang merindukan bandeng dari tambak mereka menembus pasar di luar Flotim.

Tentang pasaran hasil tambak itu, Dominika dan barisannya mengaku selain melemparkan ke pasar-pasar lokal, pihaknya pun telah melakukan kerjasama dengan salah satu perusahaan penampung ikan di kota Larantuka,Sang Surya. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment