Pilot yang Ngaku Kleptomania Pencuri Jam Tangan Dituntut 5 Bulan Penjara

Putra Setiaji alias Aji, oknum pilot yang mengidap kleptomania dan dituntut lima bulan penjara. Foto: BNN/dok.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Oknum pilot di salah satu penerbangan swasta di Indonesia bernama Putra Setiaji alias Aji (30) yang kedapat mengambil sebuah jam tangan merk Seiko di Inti Dufree Promosindo (IDP), Kompleks Bandara Ngurah Rai, Rabu (26/6/2019) dituntut hukuman lima bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Gede Bamaxs Wira Wibowo dalam amar tuntutannya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Bambang Ekaputra menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dakan Pasal 362 KUHP.  “Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana perjara selama lima bulan, ” sebut jaksa Kejari Badung itu.

Dalam sidang sebelumnya, Putra Setiaji alias Aji yang diadili karena kedapatan mencuri jam tangan seharga Rp. 4.950.000 mengaku menyesal telah melakukan perbuatan yang memalukan itu.

Selain itu, saat diperiksa, pilot yang digaji Rp. 30 juta perbulan ini mengaku tidak sadar telah mengambil jam tangan merk Seiko di Inti Dufree Promosindo (IDP) yang berlokasi di komplek Bandara Ngurah Rai, Bali.

Terdakwa juga mengatakan sempat menawarkan untuk membayar jam yang diambil itu. “Tapi pihak Inti Dufree Promosindo tidak mau dan tetap ingin membawa kasus ini ke pengadikan.

Yang terakhir,  terdakwa dimuka sidang juga mengaku pernah menjalani perawatan medis atas penyakit kleptomania di tahun 2008 lalu.

Sementara itu sebagaimana dalam dakwaan yang dibacakan di muka sidang diterangkan, kasus yang membelit terdakwa ini berawal saat terdakwa datang ke IDP yang berada di Terminal Keberangkatam Bandara Ngurah Rai, Tuban, Selasa (29/1) sekitar pukul 21.15 WITA.

Saat itu terdakwa melihat sebuah jam tangan yang ada dimeja pajang. Melihat itu terdakwa pun akhir berpura-pura menanyakan letak stand kaca mata kepada saksi I Wayan Candra Adiputra, yang tidak lain adalah karyawan IDP.

Saksi yang belum mengetahi niat terdakwa itu berjalan mendahului dengan tujuan untuk menunjukkan stand kaca mata. “Saat saksi berjalan didepan, dengan cepat terdakwa menyambar jam tangan merk Seiko warna hitam yang dipajang itu,” sebuta jaksa Kejati Badung ini.

Usai mengambil jam tangan tersebut, langsung oleh terdakwa dimasukan kepada saku celana dan meninggalkan IDP tanpa membayar. Perbuatan terdakwa ini akhirnya terdus saat salah atau karyawan IDP melaporkan kehinaan ke pihak polisi.

Polisi akhirnya memeriksa sejumlah CCTV yang ada sekitar lokasi kejadian. Dari kamera CCTV itulah terungkap jam tangan itu hilang dari tempatnya karena diambil oleh terdakwa. (pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment