Micari Fukui, Aktris Jepang Jatuh Cinta Dengan Larantuka

Micari Fukui, salah satu aktris Jepang yang akan berkolaborasi dalam pentas seni Peer Gynts di Larantuka,6 Juli 2019 mendatang. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Aktris Jepang,Micari Fukui  sangat takjub  dan langsung jatuh cinta dengan Flores Timur. Walau baru dua hari berada di Kota Larantuka,ibu kota Kabupaten Flores Timur itu,pemeran utama Antigone produksi Shizuka Performing Arts Center (SPAC) –Jepang yang disutradarai Satoshi Miyagi (2017) itu mengaku sudah seperti sudah seminggu. Keakraban yang langsung terjalin dalam perjumpaan dengan warga kota Larantuka,dan alam yang indah, dirasakannya sebagai energi positip yang maha dahsyat untuk berkreasi.

Datang  bersama seniman Asia lainnya dalam project  kolaborasi seni Inter Asia bersama seniman lokal Flotim yang dirintis dan diproduksi Teater Garasi (Garasi performance Institute),Micari Fukui yang dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com usai meeting tim di aula Paroki Weri-Larantuka,25 Juni 2019 mengungkapkan kegembiraannya dalam nada syukur bisa berada di Larantuka.

“Ini perjalanan pertama saya ke Flores, khususnya di Larantuka, Flores Timur. Sungguh luar biasa. Sejak datang pertama di kota ini, Senin 24 Juni 2019, saya secara pribadi takjub dengan keramahtamahan orang-orang disini. Perjumpaan yang sungguh luar biasa. Kami langsung menyatu.Kami berasal dari negara berbeda dengan kultur dan tarian berbeda-beda, namun disini kami bersatu dalam tarian Dolo-dolo,Sole Oha. Semua kami bersatu (bertemu) dan menyatu, akrab sekali dalam iringan musik gambus. Mengasyikan. Pengalaman perjalanan perdana  di sini yang luar biasa. Alamnya indah, ada laut, ada gunung,yang menyatu dan menggerakan. Ada energi yang maha dashyat yang menggerakan.Dan saya mendapatkan inspirasi yang banyak sekali di sini ! “ ungkap pemeran  Salome,Elektra,Turandot,Tomi-hime dalam The Castle Tower ,Isolde dalam pertunjukan Tristan und Isolde ,Antigon,dan Damayanti dalam Mahabharata itu.

Menyinggung soal konsep pentas Peer Gynts di Larantuka (6 Juli 2019)  Micari Fukui sambil tertawa berujar dirinya baru mendapatkan inspirasi yang akan didiskusikan dalam timnya bersama sutradara Yudi Ahmad Tajudin. Menuju jadwal pentas di Taman Kota,5 Juli 2019 mendatang, Micari  mengibaratkan, kini dirinya dan teman-temannya  sedang mencari biji. Biji itu masih dicari. Dan ketika sudah ditemukan,biji itu kemudian ditanam, dan akan bertumbuh. Dan yang bertumbuh itulah akan terlihat nantinya di pentas, 6 Juli 2019 mendatang.

Kolabrasi seniman InterAsia dan seniman Flotim itu terisnpirasi dari naskah kuno karya  penulis Norwegia,Henrik Johan Ibsen yang mengangkat tema besar perjalanan dan perjumpaan seorang tokoh Peer Gynts. Sutradara yang juga adalah salah satu pendiri Garasi Performance Institute Yudi Ahmad Tajudin lalu mengemasnya dalam kreasi seni di Larantuka  berjudul Peer Gynts di Larantuka.Karya tersebut akan dipentaskan di Taman Kota 6 Juli 2019 mendatang dalam kolaborasi seniman asal Indonesia (Nasional dan seniman Flotim) dan seniman Jepang,Vietnam dan Srilangka. (Emnir)

 

Editor :Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment