Pengelolaan Dana BOS SDK Kokang,Manajer BOS Flotim Kaget

Manajer Dana BOS Tingkat Kabuaten Flores Timur, Ferry Resiona (kiri) didampingi Tim Dana BOS, Rufina Dhone sedang melakukan konfirmasi terhadap Kepsek SDK Kokang, Bartolemus R.Liwu,Senin (24/6). Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Manajer Dana BOS Tingkat Kabupaten Flores Timur, Ferry Resiona di ruang kerjannya, Senin, 24 Juni 2019 tak mampu menyembunyikan ekspresi kagetnya tatkala mendengar pengakuan langsung Kepala SDK Kokang,Bartolomeus Rema Liwu  terhadap pengelolaan dana BOS pada sekolah tersebut.

Kisah Pembelanjaan yang dilakukan sendiri oleh Kepala Sekolah, honor ke-5 honorer yang belum terbayarkan sejak April 2017 hingga Mei 2019 serta belum rampungnya laporan pengunaan dana BOS Triwulan I Tahun 2017 yang berdampak pada belum tercairnya dana BOS Triwulan II,III,dan IV Tahun 2017, serta dana BOS Tahun 2018 dan 2019 yang tertuturkan Kepsek Meus,spontan menaikkan ketegasan Ferry yang juga adalah Sekertaris Dinas PKO Flotim itu.

“Kenapa bukan bendahara BOS yang lakukan pembelanjaan itu ? Apakah tugas Kepala Sekolah dalam hubungan dana ini, melakukan pembelanjaan ? Lalu seperti apa saudara membayar upah lima honorer itu sedangkan dana Triwulan II,III,IV di 2017 hingga 2019 ini belum cair akibat dari pelaporan yang belum beres ini ? Apa kendalanya ? “sergah Manager Dana BOS Kabupaten Flotim   memfasilitas pengkonfirmasian insan media  kepada Kepsek SDK Kokang itu.

Bartolomeus R.Liwu

Terhadap lontaran beberapa pertanyaan tersebut, Kepsek Meus Liwu  dalam jawabannya mengungkapkan bahwa  karena keberadaan sekolah yang  sedang dipimpinnya itu jauh dari pusat pembelanjaan maka dirinya lah yang melakukan pembelajaan . Inisiatip  itu didorong pula akan kenyataan bahwa beban kerja dirinya sebagai Kepala Sekolah lebih ringan dari bendahara BOS SDK Kokang yang adalah guru kelas dan seorang ibu rumah tangga.Tuntutan admnistrasi guru kelas yang kian ketat, serta kesibukan sebagai seorang ibu rumah tangga membuat dirinya mengambil langkah itu. Soal pelaporan,bagi Kasek Meus, dapat diselesaikan di luar waktu !

Sedangkan terkait upah kelima honorer, menurut Kasek SDK Kokang itu,pihaknya   lancar membayar. Dengan memanfaatkan dana komite hingga Mei 2019 upah kelima honorer masih lancar terbayarkan. Dan tentang masih kandasnya pelaporan penggunaan dana Triwulan I  di Tahun 2017 tersebut Bartolomeus Rema Liwu sembari ‘hening cipta’ mengakui kealpaan yang telah dilakukan pihaknya. Menyadari kekeliruan yang telah dibuatnya itu, Kepsek yang berkacamata mirip  Gombloh itu mengaku  sedang ngebut menyelesaikan pelaporannya. Dirinya optimis akan beres dalam waktu dekat.

Meninggalkan silpa dana BOS di Tahun 2017 sebesar Rp 69.000.000, SDK K0kang di Tahun 2018 mendapat kucuran dana BOS sebesar Rp 74.560.000 .Sayangnya, dana tersebut  belum bisa digunakan lantaran masih tersandung pada pelaporan penggunaan dana triwulan I di Tahun 2017. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment