Tilep Uang Hasil Penjualan Miras, Merketing CV. Bali Beverage Dituntut Dua Tahun

Fredy Sambara pria yang menilap uang hasil penjualan miras milik CV. Bali Beverage. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pria kelahiran Jember, Fredy Sambara (33) hanya bisa menundukkan kepalanya saat mengetahui dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Ayu Citra Maya Sari  dalam sidang, Senin (24/6/2019) di PN Denpasar.

Fredy Sambara yang tinggal di Jalan Buana Raya Gang Listrik Nomor 47, Denpasar itu dituntut dua tahun penjara karena dianggap terbukti menggelapkan uang penjualan minum keras milik CV. Bali Beverage sebesar Rp144.501.122.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374 KUHP Jo Pasal 64 KUHP.”Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun,” tegas jaksa Kejari Denpasar itu di muka sidang.

Atas tuntutan itu, terdakwa hanya bisa mengajukan pembelaan secara lisan yang intinya memohon keringan hukuman sembari berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Dalam surat tuntutannya, jaksa yang akrab di sapa Maya itu juga membeberkan sejumlah fakta yang terungkap selama persidangan. Diantara adalah terdakwa bekerja di CV. Bali Beverage sebagai marketing.

Sebagai marketing terdakwa bertugas memasarkan produk CV. Bali Beverage yang bergerak dalam bidang penjualan minuman keras (miras) jenis Vodka, Wine, Jony Walker, Spirit dan Bir.

Apabila ada pembeli, sebagai marketing terdakwa mengajukan daftar orderan kepada admin yang kemudahan dibuatkan Invoice. Oleh Admin, invoice diberikan kepada sopir yang nantinya diserahkan kepada bagian gudang untuk disiapkan pesanan.

Namun terdakwa yang Ingin cepat mendapat uang banyak itu malah membuat order Filtif. Singkat cerita, bagian gudang akhirnya mengeluarkan pesanan sebagaimana termuat dalam order fiktif yang buat oleh terdakwa.

Untuk melancarkan aksinya, setelah barang keluar dari gudang, terdakwa sendirilah yang mengantar ke alamat sebagaimana tertuang dalam invoce.

Faktanya, orderan fiktif itu oleh terdakwa tidak dibawa ke alamat sebagaimana dalam invoice tersebut tapi dibawa ke tempat lain.

Selain menggunakan order fiktif, terdakwa juga mengembar uang dari konsumen yang membayar dengan cara kredit. “Uang pembayaran itu oleh terdakwa tidak diserahkan kepada perusahaan, tapi digunakan untuk keperluan pribadi terdakwa,” sebut jaksa.

Perbuatan itu tidak hanya dilakukan sekali oleh terdakwa, tapi berkali – kali sehingga CV. Bali Beverage mengalami kerugian sebesar Rp144.501.122. (pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment