12 ASN  dan 5 pelajar Flotim Positip HIV/AIDS

Data temuan kasus HIV/AIDS berdasarkan Status Pekerjaan. Foto: BNN/doc.kpa.flt/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Dari total 322 penderita HIV/AIDS di Flores Timur,terdata 12 penderita berasal dari kalangan ASN dan 5 penderita dari kalangan pelajar.Sedangkan jumlah penderita terbanyak  berdasarkan status pekerjaan ditempati oleh Ibu Rumah Tangga,sebanyak 87 orang diikuti penderita yang berasal dari profesi petani,52 orang,eks perantau 42,swasta 42,sopir 17,nelayan 10,ojek 8,buruh 5,PSK 6 ,tukang 2,pedagang,2,polisi,2.

Sekertaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA ) Kabupaten Flores ,Emanuel Mami Halan yang dikonfirmasi di ruang kerjannya,Rabu,12 Juni 2019 terkait perkembangan dan pola penanganan terhadap penderita HIV dan AIDS  menerangkan,dari aspek jumlah, sejak kasus HIV/AIDS ini ditemukan di Flotim pada Tahun 1997 hingga pada posisi Maret 2019 terdata sebanyak 322 penderita dengan rincian penderita AIDS berjumlah 269  orang dan penderita HIV sebanyak 53 .

Sekertaris KPA Flotim,Emanuel M. Halan

“Data tersebut terhimpun sejak Tahun 1997 hingga posisi Maret 2019.Itu yang berhasil kita temukan,baik dari hasil pemeriksaan kesehatan maupun atas kesadaran sendiri mereka-mereka yang mau diperiksa dan membuka diri akan kondisi mereka.Untuk Tahun 2019,pada posisi Maret 2019,ada 9 temuan penderita AIDS.Kami intens melakukan sosialisasi, bahkan dengan menghadirkan para ODHA  untuk memberikan testimoni kepada masyarakat luas untuk tidak boleh takut menghadapi kenyataan tersebut. Kami lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,ke pasangan yang hendak nikah dalam kursus persiapan perkawinan maupun dan sejumlah momen lainnya  sebagai langkah mencegah ! Kesadaran,itulah kunci utamanya,kesadaran untuk rutin mengkonsumsi obat bagi para penderita,dan kesadaran untuk tidak berperilaku beresiko pada tertularnya virus HIV/AIDS ini serta kesadaran semua kita untuk tidak memberikan stigma buruk kepada penderita.”ujar Mami Halan.

Menyinggung soal angka kematian dari penderita HIV dan AIDS tersebut,Mami Halan,sembari memperlihatkan tabulasi data resiko kematian akibat AIDS yang terangkum sejak 1997 hingga maret 2019 mengungkapkan jumlah penderita yang telah meninggal sebanyak 140,dan 182 yang masih hidup.Yang menjalankan rujuk keluar ada 33 penderita,putus obat 13,dan yang menjalankan ARV sebanyak 84,serta abu-abu terdata 44 penderita.

Sementara itu dari rekapan data KPA Flotim berdasarkan cara penularannya,300 penderita mengidap HIV dan AIDS akibat aktivitas seks (Heteroseks) dan 22 penderita akibat penularan dari ibu ke anak.

“Dari bentangan data ini,berarti bibit itu telah ada, dan bergerak sebagaimana gunung es.Tidak terbendung ! Data yang ada ini memang karena ada temuan. Tinggal saja bagaimana kesadaran kita. Oleh karena itu selain pengobatan dan intens melakukan sosialisasi pencegahan,kami pun membangun koordinasi dengan pihak puskesmas untuk bersama-sama menancapkan gerakan sosialisasi dan pemeriksaan serta penanganan apabila ada temuan.Koordinasi dan kerjasama ini kami lakukan karena  dari hasil temuan kami,para penderita tersebar disemua kecamatan di Flotim.Puskesmas sebagai ujung tombak pertama penanganan kesehatan masyarakat kita ajak untuk bersama-sama menangani hal ini.”jelas Mami.

Sedangkan terkait temuan kasus berdasarkan wilayah penyebarannya,Kecamatan Larantuka menempati urutan teratas dengan jumlah 87 disusul Kecamatan Adonara Timur, 27, Ileboleng 24, Lewolema 19, Ilemandiri,18, Witihama,17, Klubagolit,15, Adonara Tengah,14, Titehena, 13, Adonara Barat 12, Solor Barat,11, Adonara,11, Tanjung Bunga,9, Solor Selatan,9, Ilebura,9, Demongpagong,6, Wulanggitang,5, Solor Timur,4, Wotan Ulumado, 4.  (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment