Pria yang Bawa Pedang di Jalan Pulau Batanta Terancam 10 Tahun Penjara

I Nyoman Tinggal (rompi orange) yang menenteng pedang di pinggir Jalan Pulau Batanta. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Masih ingat dengan I Nyoman Tinggal, pria yang mabuk dan menenteng pedang di Jalan Pulau Batanta, 26 Maret 2019 lalu dan sempat viral si media sosial (medsos)?

Rabu (12/6/2019) menjalani sidang perdana di PN Denpasar. Tak tanggung-tanggung, akibat perbuatannya yang sempat membuat pengguna jalan ketakutan itu, pria 45 tahun yang hanya tamatan SD itu pun terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Widyaningsih menjerat terdakwa dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor : 12 tahun 1951. Dalam perkara ini, terdakwa didampingi pengacara, Dewa Ayu Dewiyanti.

Sidang masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa. Dalam dakwaan jaksa yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa menerangkan, kasus yang menjerat terdakwa ini terjadi pada tanggal 26 Maret lalu.

Saat itu, sekitar pukul 14.00 WITA, terdakwa yang diduga mabuk berdiri dipinggir Jalan Pulau Batanta dengan membawa sebilah pedang. Akibat ulah terdakwa, pengguna jalan yang kebetulan melintas merasa ketakutan.

“Tidak lama kemudian ada warga yang melaporkan terdakwa ke polisi sehingga terdakwa pun dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa, ” sebut jaksa.

Kepada polisi terdakwa mengaku pedang itu adalah miliknya yang sengaja disimpan untuk menjaga diri. Tapi sayang, karena pedang milik terdakwa bukan digunakan untuk pertanian atau untuk melakukan pekerjaan yang sah, terdakwa pun harus diadili.

Atas dakwaan itu, pengacara terdakwa, Dewa Ayu Dewiyanti mengatakan tidak mengajukan keberatan atau eksepsi sehingga sidang pekan depan dilanjutkan dengan pembuktian. (pro)

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment