IKTL Waibalun Teken MoU dengan Wufeng University Taiwan

Dari kanan: Rektor IKTL Waibalun Vinsensius Crispinus Lemba, S. Fil., M.Pd., Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Henricus Leven Sofia Peridi Babe, M.Pd alias Suster Sisilia, Wakil Rektor Wufeng University Jack Lee, Ph.D., Wakil Rektor I Bidang Akadeik IKTL Waibalun Evi Krismawati, M.Pd dan Dekan Fakultas Hospitality Wufeng University Taiwan Chao Wei Shun, Ph.D foto bersama usaia menandatangani MoU di bidang Tri Dharma Perguruan antara kedua kampus di Hotel ASA Larantuka, Rabu (12 Juni 2019). Foto: BNN/Rian Maharia.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Rektor Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka dan  Wufeng University Taiwan sepekat bekerja sama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam rangka mendorong IKTL Waibalun ke arah yang lebih baik. Penandatanganan MoU itu dilakukan oleh Rektor IKTL Waibalun Vinsensius Crispinus Vicky Lemba, S.Fil., M.Pd dan Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Henricus Leven – induk IKTL Waibalun – dengan Wakil Rektor Wufeng University Taiwan Jack Lee, Ph.D di Hotel ASA Larantuka, Rabu (12 Juni 2019).

Atas kerja sama ini, Jack Lee merasa mendapat kesempatan untuk mengenal lebih dekat dengan perguruan tinggi di Larantuka, sesuatu yang tidak dia bayangkan sebelumnya.

“Saya pertama kali ini datang di Larantuka tapi  kami senang bekerja sama dengan IKTL, mudah-mudahan Wufeng University bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk kemajuan bersama,” kata Jack Lee didampingi rekannya, Chao Wei Shun, Dekan Fakultas Hospitality Wufeng University Taiwan.

Rektor IKTL Waibalun Vicky Lemba – panggilan akrab Vinsesius Crispinus Lemba – menjelaskan, inplementasi kerja sama ini nantinya pihak IKTL Waibalun berkesempatan mengirim dosennya untuk melanjutkan pendidikan program master di Wufeng University. Direncanakan, tahun depan sekitar bulan Mei – Juni 2020 kedua kampus ini akan menggelar seminar internasional di IKTL Waibalun.

“Selain dua hal tadi, inplementasi lainnya adalah pengembangan  keseluruhan program pengajaran yang secara mutual; pertukaran materi akademik yang sesuai dengan proyek bersama tertentu dan untuk penguatan kurikulum yang ada; pertukaran staf, mahasiswa, sumber daya lain, dan kolaborasi penelitian di area yang menjadi kepentingan bersama; mencari peluang pembiayaan penelitian dari badan pembiayaan pemerintah dan non-pemerintah yang sesuai; mencari kemungkinan kerjasama dengan universitas lain; pertukaran mahasiswa program sarjana (S1),” terang Vicky Lemba.

“Kami berharap kerja sama dengan Wufeng University Taiwan ini menjadi pintu masuk bagi IKTL Waibalun untuk kerja sama dengan perguruan tinggi asing lainnya karen Wufeng University sudah memiliki akses ke kampus lain di seluruh dunia,” tutur Vicky Lemba sambil memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Wufeng University di Larantuka dan sempat presentasi di IKTL Waibalun, difasilitasi warga Flores Timur, Rahman Sabon Nama yang juga Humas STIKOM Bali.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Henricus Leven Suster Sisilia menambahkan, sangat mendukung kerja sama ini untuk pengembangan sumber daya IKTL Waibalum ke depannya. Menurutnya, ini langkah sangat srategis untuk pengembangan sember daya yang dimiliki IKTL Waibalun, baik sumber daya manusia sepert dosen, karyawan dan mahasiswa, maupun penguatan kurikulum dan penelitian yang tidak hanya berguna bagi IKTL Waibalunn namun juga untuk mendukung pembangunan Kabupaten Flores Timur ke depan.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Henricus Leven Sofia Peridi Babe, M. Pd atau Suster Sisil – begitu biasanya dia dipanggil-kemudian mengisahkan awal perkenalannya dengan Rahman Sabon Nama yang akhirnya membuka jalan terjalinnya kerja sama IKTL Waibalun dengan STIKOM Bali hingga memfasiitasi kedatangan pihak Wufeng University di Larantuka dan mampir di kampusnya.

“Saya kenal dengan adik Rahman atas rekomendasi pak Bupati Anton Hadjo saat wisuda IKTL Waibalun tahun 2017. Saat itu Rahman mewakili STIKOM Bali sedang berdiskusi dengan pak bupati tentang kedatangan Ketua STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan di Larantuka. Pak bupati minta agar kehadiran Pak Dadang  supaya diperkenalkan dengan kami. Dan akhirnya kerja sama itu terwujud, bahkan kami bisa menjalin kerja sama dengan Wufeng University Taiwan. Jadi, saya juga pantas berterima kasih kepada STIKOM Bali, ade Rahamn dan pak Bupati Anton Hadjon,” pungkas Suster Sisil. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment