Gelapkan Uang Perusahaan, Thedy Raharjo Divonis 28 Bulan Penjara

Terdakwa Thedy Putro Raharjo yang divonis dua tahun empat bulan (28 bulan)  penjara. Foto:BNN/dok.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Nasib Thedy Putro Raharjo nampaknya tidak seberuntung Iwan Darmadi Wangsa yang sama sama melukan tidak pidana penggelapan.

Pasalnya, Thedy yang terbukti menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp. 677.287.800 harus mendekam dalam penjara selama dua tahun dan empat bulan (28 bulan).

Sedangkan Iwan Dharmadi Wangsa yang dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana penggelapan sertifikat senilai Rp. 7 miliar hanya divonis satu setengah bulan menjalani tahanan rumah oleh majelis hakim PT Denpasar pimpinan Made Ngurah Atmaja.

Bedanya lagi, bila dalam menjalani proses persidangan, Thedy harus mendekam dalam penjara, sedangkan Iwan Dharmadi Wangsa selama menjalani proses persidangan mendapat keistimewaan yaitu tahan rumah.

Sementara itu sebagaimana dalam amar putusan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, menyatakan terdakwa Thedy Putro Raharjo terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374 KUHP.

Yaitu melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, dilakukan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu.

“Menghukum terdakwa Thedy Putro Raharjo oleh karena itu dengan pidana penjara selama dua tahun dan empat bulan, serta memerintahkan agar terdakwa tetap dalam tahanan, ” tegas Hakim Esthar dalam amar putusnya yang dibacakan beberapa waktu lalu.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Tangkas yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun.

Dalam dakwaan dijelaskan, kasus yang menjerat terdakwa ini terjadi diantara tahun 2014 berawal saat adanya kerjasama antara PT. Indonesia Yu Zhen Trading dengan pihak RS Sanglah. Salah satunya adalah kerja sama dalam penggunaan alat ESWL atau alat yang digunakan memecah batu ginjal.

Dalam kerja sama itu terjadi kesepakatan bagi hasil antara pihak RSUP sanglah dengan PT. Indonesia Yu Zhen Trading atas penggunaan alat tersebut. “Kesepakatannya itu 55 persen untuk PT. Indonesia Yu Zhen Trading dan 45 persen untuk RSUP Sanglah,” tegas jaksa.

Namun setelah berjalan kurang lebih 13 bulan, terdakwa yang beralamat di Jalan Gunung Agung Gang Yamuna II Nomor 10 Denpasar tidak pernah menyetorkan uang sewa alat tersebut ke pihak PT. Terdakwa malah mengatakan pihak RSUP Sanglah belum membayar lunas atas sewa alat tersebut.

Tapi faktanya, uang bagi hasil tersebut telah dibayar dan oleh terdakwa digunakan untuk kepentingan pribadinya, sehingga saksi korban Yangqing Sun mengalani kerugian Rp677.287.800. Terdakwa olah jaksa dijerat dengan Pasal 372 KUHP. (pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment